oleh

69 Persen Anak Belum Peroleh PAUD

Banda Aceh-Sebanyak 69,8 persen anak-anak di Provinsi Aceh saat ini belum memperoleh layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), khususnya di daerah pedesaan.

Karenanya, Bunda PAUD Aceh, Niazah A Hamid meminta Dinas Pen­didikan Aceh dan Kanwil Kementerian Aga­ma (Ke­me­nag) Aceh perlu men­dorong dan membangkitkan semangat pengelola PAUD, agar menekankan pada upaya peningkatan implementasi pendidikan agama Islam (PAI).

“Tapi kita jangan berpuas diri, sebab masih ada sekitar 69 persen lebih anak-anak Aceh di usia 3-6 tahun yang belum memperoleh layanan PAUD terutama yang tinggal di kawasan pedesaan,”kata Niazah A. Hamid saat membuka Geb­yar Pen­didikan Agama Islami dan Pen­tas Seni Kreativitas Anak Usia Dini, di Museum Aceh, Kamis (22/10).

Pembukaan pentas seni bertajuk “cer­­das, kreatif dan berakh­lak mulia” ini ditandai dengan pemukulan rebana. Kemudian dilanjutkan dengan me­nyan­yi­kan mars Bunda PAUD yang se­kaligus diiringi dengan penyerahan pia­la bergilir kepada panitia pelaksana.

Didampingi istri Wakil Gubernur Aceh, Marlina Usman, Ni­azah turut mem­peragakan teknik dasar mewarnai di atas lukisan kanvas berukuran besar. “Anak-anak, memegang kuasnya ja­ngan terlalu kaku yaaa,” sebutnya, pada kegiatan yang turut dihadiri Kepala Di­nas Pendidikan Aceh, Hasanuddin Dardjo dan Kepala Biro Humas Setda Aceh, Ali Alfata.

Niazah A Hamid yang juga istri Gu­bernur Aceh ini, berharap kegiatan geb­yar seni Islami dapat memotivasi anak usia dini agar mereka lebih me­ngenal du­nia pendidikan dan agama Islam.

Ajang kreativitas yang berlangsung meriah ini juga dinilai sebagai wahana pembentukan sikap, mental, perilaku dan akh­lak sesuai dengan nilai-nilai agama Islam dan tingkat perkem­bangan psikologis anak usia dini. “Semakin awal pendidikan dan seni agama Islam ditanamkan pada anak, insya Allah ha­sil­nya akan lebih baik,” terangnya.

Media Dakwah

Kegiatan ini juga berfungsi sebagai media dakwah dalam mendorong anak untuk unggul dalam berkompetisi, me­miliki semangat persaudaraan dan jiwa sosial yang tinggi sebagaimana yang diajarkan dalam Islam.

Dia menekankan pentingnya Pendi­di­kan Anak Usia Dini, terutama dalam merangsang pertumbuhan jasmani dan rohani. Dalam kesempatan itu, ia me­ngajak kerja keras semua pihak untuk mendorong agar PAUD terus dikem­bangkan hingga ke kawasan terpencil.

“Sehingga anak-anak Aceh usia 0 hingga 6 tahun bisa men­dapat pendidi­kan, hal ini penting saya sampaikan, sebab tujuan pendidikan PAUD adalah agar anak tumbuh dan berkembang secara berkualitas sebelum memasuki pendidikan dasar,” ujar Niazah.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Ha­sanuddin Darjo melapor­kan, sasaran ke­giatan Pentas Seni dan Kreatifitas Anak Usia Dini dan Pentas Pendidikan Agama Islam adalah untuk memo­tivasi anak-anak agar rajin belajar dan lebih kreatif.

Ia berharap orang tua dan guru PAUD di Aceh agar terus ber­komitmen dalam mendukung program dan kegia­tan PAUD di Aceh. “Sekaligus berpa­ti­sipasi aktif menyukseskan pentas krea­tivitas anak ini,” ujarnya.

Darjo menambahkan, gebyar seni Islami yang diikuti 360 putra-putri ‘ci­lik’ se-Aceh itu memperlombakan ane­ka kreativi­tas. Antara lain, seni me­lukis mesjid, lomba azan, bacaan ayat-ayat pendek, lomba busana muslim, kisah cerita rakyat dan menyusun balok.

SUMBER | ANALISADAILY.COM

Komentar

News Feed