oleh

Aceh dan ITS Surabaya Kolaborasi untuk Pendidikan Bermutu

Banda Aceh-Pemerintah Aceh dan Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, menyatakan komitmennya berkolaborasi untuk mewujudkan pendidikan bermutu di provinsi Aceh.

Hal ini sejalan dengan nota kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) antara Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dengan Rektor ITS bidang pendidikan, termasuk Dinas Pendidikan Aceh dan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).

Khsusus untuk SMA dan SMK, MoU tersebut akan diturunkan secara khsusus antara Kepala Dinas Pendidikan Aceh dengan Wakil Rektor bidang kerjasama.

“Terkait MoU kerjasama untuk bidang SMA dan SMK, akan segera kita lakukan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, dalam keterangan Pers kepada media ini, Rabu, 12 Desember 2018, di Banda Aceh.

Lulusan SMA dan SMK di Aceh itu akan diberikan peluang dan kesempatan khusus untuk masuk Perguruan Tinggi Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui jalur SNMPTN, SBMPTN serta jalur Mandiri.

“Bukan hanya itu, bagi mereka (lulusan SMA dan SMK) juga dibuka peluang untuk mendapatkan kesempatan memperoleh beasiswa, melalui Bidik Misi. Perlu diingat, ini bukan khusus beasiswa. Jadi mereka akan memberikan peluang yang lebih besar untuk bisa tertampung putra-putri Aceh di ITS,” kata Kadisdik Aceh.

Program beasiswa bidik misi hanya berlangsung secara umum oleh pemerintah. Akan tetapi pihak ITS menyediakan beasiswa dengan tujuan untuk mempermudah mahasiswa mendapatkan layanan pendidikan.

“Khusus untuk lulusan SMA melanjutkan ke program Strata-1 (S-1), sedangkan lulusan SMK, pihak ITS diarahkan pada program Diploma-III Vokasi. Hal ini agar mendapat kesempatan pemantapan diri untuk menjadi sumberdaya manusia yang bisa diterima oleh Dunia Usaha maupun Dunia Industri (DUDI),” terang Syaridin.

Dan apabila ada fortopolio khusus, bagi hafiz 20 juzz ke atas akan diterima tanpa dilakukan tes serta bebas pilihan ke Fakultas dan program studi apasaja.

“Intinya bagi lulusan SMA dan SMK dari hafiz 20 juzz ke atas tersebut, tidak ikut tes, mereka hanya di tes hafiznya saja,” tutur Kadisdik Aceh ini.

Terkait tindaklanjut kerjasama tersebut, Dinas Pendidikan Aceh terus menggarap hal-hal apasaja yang perlu dilakukan. Lagi-lagi tujuannya yaitu untuk mewujudkan pendidikan Aceh bermutu.

Kerjasama ini bukan hanya sekedar perjanjian di atas meja. Akan tetapi menunjukkan betapa seriusnya Pemerintah Aceh untuk mengejar ketertinggalan.

Apalagi, putaran dunia terus berubah. Perkembangan teknologi yang sedemikian pesat, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, telah mengubah berbagai bidang kehidupan, termasuk interaksi antarmanusia, pola kerja, dan ragam pekerjaan.

Tak pelak lagi, perkembangan teknologi telah menuntut dunia pendidikan untuk berubah dan beradaptasi agar tidak menjadi usang dan tertinggal dengan sektor lainnya.

Mutu pendidikan perlu ditingkatkan untuk memenuhi harapan berbagai pihak dunia pendidikan di Aceh. Tidak mengherankan memang, bila siswa berlomba-lomba untuk dapat diterima di Perguruan Tinggi yang dipandang bermutu itu.

Salah satu kata kunci dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di tengah berbagai keterbatasan ialah kolaborasi. Ini karena dapat berdampak terjadinya peningkatan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pendidikan.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, menjadi gerbang utama upaya adaptasi terhadap berbagai pengaruh Revolusi Industri (RI) 4.0.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, menyampaikan bahwa Revolusi Industri 4.0 mengakibatkan disrupsi sistem yang selama ini telah berlangsung, termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta pendidikan tinggi.

“Kita harus mampu memilih sikap dan strategi yang benar dalam upaya membuat generasi bangsa Indonesia di Aceh untuk benar-benar mampu bertahan menghadapi era (Revolusi Industri 4.0) ini,” katanya lagi.

Keseriusan ITS Surabaya-pun semakin terlihat. Bahkan, pada Selasa (11/12/2018) lalu, ITS Surabaya telah mengutuskan Dekan Fakultas Matematika dan Sains Data, Prof. Dr. Basuki Widodo, M.Sc dan Dekan Fakultas Teknologi Industri, Dr. Bambang Lelono, untuk melakukan sosialisasi program kerjasama tersebut, di kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banda Aceh.

Dekan Fakultas Matematika dan Sains Data, Prof. Dr. Basuki Widodo, M.Sc, menyampaikan bahwa, kedatangan pihaknya ke Aceh menindak lanjuti Plt Gubernur Aceh dalam rangka menjalin kerjasama dengan ITS Surabaya.

“Nah, pada kesempatan awal ini kami jemput bola, kami diugaskan untuk mememlihara hubungan baik dengan mitra-mitra ITS Surabaya. Diantaranya melakukan sosialisasi program-program yang ditawarkan oleh ITS, salah satu poinnya dalam kerjasama itu yaitu bidang pendidikan (pengembangan Sumber Daya Manusia),” katanya.

Ia juga menjelaskan, kedatangan pihaknya ke Aceh tidak hanya menjaring mahasiswa dari Aceh, tapi juga guru-guru dalam pembinaan Sumber Daya Manusia Aceh nantinya.

“Program kerjasama terhadap SMA dan SMK, nantinya akan ditindaklanjuti oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, yaitu dengan kerangka program kerjasama,” terang Prof. Dr. Basuki Widodo, M.Sc.

Intinya, apasaja yang dibutuhkan oleh Dinas Pendidikan Aceh, seperti guru-guru SMK atau vokasi, pihaknya akan membantu memberikan pelatihan sesuai dengan program yang dilakukan kerjasama melalui Fakultas Vokasi di ITS Surabaya.

“Kemudian, misalkan pembinaan untuk menghasilkan siswa-siswi yang ingin mengikuti lomba untuk olimpiade, guru-gurunya misalnya, itu bisa diprogramkan kerjasama,” tukasnya.

Demikian pula dengan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pelatihan-pelatihan tehnik, nanti dengan Fakultas Teknologi Industri. Ia mengakui, selama ini bahwa Aceh terkenal dengan manusia-manusia yang berintegritas tinggi.

“Lebih pentingnya lagi ialah bagaimana nanti bisa berkiprah, bisa membantu Sumber Daya Manusia yang dimiliki, kemudian bisa mengolahnya. Ada updating teknologi yang kita berikan,” tuturnya.

Ia menyatakan disamping itu juga ada beberapa hal yang dirasa paling penting yaitu bagaimana mewujudkan kerjasama antara Perguruan Tinggi dengan Pemerintah Daerah.

“Pengembangan Sumber Daya Manusia di Aceh sangat penting dilakukan. Kenapa demikian, karena sekarang ini sudah era Revolusi Industri 4.0. Sebab, Plt Gubernur Aceh mengejar bagaimana era 4.0 ini bisa di implementasikan di Aceh yaitu dengan mengadob apa yang namanya Smart City,” kata Dekan Fakultas Matematika dan Sains Data ITS Surabaya ini.

Pihaknya, sambung Basuki, akan mengembangkan Smart City dengan melibatkan tim dari ITS Surabaya.[]

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed