oleh

Ada Bisik-bisik di Internal PDI Perjuangan, Puan Maharani Diplot Jadi Ketua DPR RI…

Jakarta-PDI Perjuangan memang belum membahas secara formal siapa yang akan mengisi kursi Ketua DPR RI periode 2019-2024. Namun, ada bisik-bisik di internal partai berlambang banteng moncong putih. Puan Maharani-lah yang akan duduk di kursi tersebut.

Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Erico Sotarduga ketika berbincang dengan wartawan di halaman kediaman Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

“Untuk Ketua DPR, walaupun secara etika masih jauh, di internal kami juga belum ada pembicaraan formal mengenai siapa ketua DPR nanti, tapi non-formalnya kita memang sudah ada berbisik-bisik. Jadi, kalau memang diminta oleh ketua umum pendapat, tapi kami sudah punya masukanlah,” ujar Erico.

“Kalau dari sudut internal kami enggak ada lagi yang lain. Memang beliaulah (Puan Maharani) yang paling tepat dan paling pas,” lanjut dia.

Setidaknya ada tiga faktor yang melatari nama Puan. Pertama, pengalaman Puan di dunia politik dinilai sudah cukup menempatkan dirinya menjadi pimpinan di lembaga legislatif.

Kedua, pengalaman tersebut membuat koneksinya luas. Erico mengatakan, Puan memiliki hubungan yang sangat baik dengan hampir seluruh elemen politik Tanah Air.

“Ketika beliau menjabat sebagai ketua fraksi, dengan partai2 lain kita pun sangat mudahlah. Begitu juga hubungan relasional dengan Presiden dekat sekali, karena beliau kan masih menterinya sampai sekarang,” ujar Erico.

Kedekatan khususnya dengan Presiden Jokowi inilah yang juga dinilai penting. Jika Komisi Pemilihan Umum ( KPU) menetapkan Jokowi-Ma’ruf sebagai pemenang Pemilu, maka komunikasi dengan parlemen akan lebih mudah apabila Puan menjadi pimpinannya.

Dampak positifnya, program pemerintah untuk rakyat dapat berjalan mulus tanpa hambatan di Senayan.

Faktor ketiga, yakni kepemimpinan Puan dinilai sudah mumpuni. Meskipun dinilai masih berusia muda, namun determinasinya dalam memutuskan kebijakan-kebijakan politik partai dinilai sudah cukup baik.

“Walaupun beliau masih muda, kami sering meminta masukan. Saat beliau ketua fraksi, beliau banyak memutuskan banyak hal mengenai apapun, baik hubungan dengan partai lain, keputusan-keputusan yang harus dilakukan partai. Di samping itu kan beliau sudah tiga periode menjadi DPP,” ujar Erico.

Meski demikian, Erico berkali-kali mengingatkan, nama Puan baru sebatas bisik-bisik di internal partai.

Semua akan dikembalikan ke mekanisme yang diputuskan oleh Ketua Umum. Proses formal mengenai pimpinan DPR juga akan dibahas usai KPU menetapkan hasil Pemilu 2019. []

(Sumber | KOMPAS.COM)

Komentar

News Feed