oleh

Aliya Nurlela Rilis Novel Terbaru, Apa Judulnya?

PARE–Penulis produktif asal Ciamis, Jawa Barat, Aliya Nurlela, kembali merilis novel terbarunya. Novel tersebut masih berlatar Tanah Pasundan, Jawa Barat.

Novel berjudul “Senyum Gadis Bell’s Palsy” itu ia tulis dilatarbelakangi penyakit bell’s palsy yang dialami beberapa tahun terakhir. Novel ini menurut rencana akan diluncurkan dan dibedah di Pare dan Nganjuk, Jawa Timur.

“Alhamdulillah, novel ini akhirnya menyapa pembaca setelah novel yang saya tulis sebelumnya, “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh”,” ujar Aliya Nurlela yang juga Sekjen Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. kepada PENAPOSTcom, Selasa, 10 Oktober 2015.

Menurut rencana, kata dia, novel ini diluncurkan sekaligus dibedah di aula SMKN 1 Lengkong, Nganjuk, pada 21 November 2015 dengan menghadirkan narasumber Eko Prasetyo yang dikenal sebagai penulis dan jurnalis.

Acara bedah novel ini, akan dipadukan dengan talkshow kepenulisan. Sebanyak 200 peserta yang terdiri dari guru dan siswa akan menghadiri acara ini.

Sementara, di tempat lain di waktu berbeda, senyum gadis bell’s palsy akan dibedah oleh pendiri Kampung Inggris Pare, M. Kallend Osen dan Ajie Bahlawie (Penulis). Acara berlangsung di Garden Hall, BEC, Kampung Inggris, Minggu (6/12).

“Peserta terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa dan umum, termasuk peserta kursus Bahasa Inggris yang berasal dari berbagai kota,” katanya menyebutkan.

Dijelaskan Aliya Nurlela, novel ini bukan sepenuhnya berkisah tentang dirinya, namun ia dramatisir dengan sejumlah konflik dan memberikan informasi kepada pembaca tentang efek yang ditimbulkan akibat bell’s palsy.

“Saya berharap novel ini menjadi inspirasi sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat umum, terutama penderita bell’s palsy,” katanya.

Terbitnya novel “Senyum Gadis Bell’s Palsy” mendapat sambutan hangat dari sejumlah penulis di Tanah Air.

Novel ‘Senyum Gadis Bell’s Palsy’ karya Aliya Nurlela ini, ringan namun mengalir deras dengan alur ceritanya yang membuat pembaca tak ingin berhenti membaca hingga ke aksara terakhir.

“Kisah yang tertuang di dalamnya mewakili kehidupan banyak orang, dan membawa serta nilai-nilai positif kehidupan dan agama dalam kemasan yang halus dan apik. Sebuah karya yang sangat menarik,” ujar Agustus Sani Nugroho, penulis novel “Akuisisi” sekaligus pengusaha dan direktur utama di beberapa perusahaan terkemuka Indonesia.

Reporter | Muzai Punteut

Komentar

News Feed