oleh

Anwar M. Isa: Pelatihan TIK Pendidikan Sangat Penting Dilaksanakan

Banda Aceh-UPTD Balai Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan Aceh, memfasilitasi terselenggaranya pelatihan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi guru dan siswa di Aceh yang diselenggarakan oleh Pusat Tekhnologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia.

Kegiatan yang dirangkai melalui orientasi dalam rangka penerapan model pembelajaran daring (Online) dan fasilitasi guru terampil untuk pemanfaatan TIK pendidikan dan kebudayaan berbasis radio, televisi dan film.

Kasi Pengembangan Aplikasi TIK UPTD Balai Tekhnologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Anwar M. Isa, M.Si, menyambut baik pelatihan tersebut.

“Pelatihan TIK pendidikan ini sangat penting dilaksanakan, karena masih ada guru dan siswa di Aceh yang masih sulit dalam mengembangkan TIK di dalam proses pembalajaran di sekolah,” ujar Anwar M. Isa.

Menurutnya, peserta baik guru maupun siswa, setelah mengikuti pelatihan TIK ini diharapkan dapat di ajarkan kembali di sekolah mereka nantinya.Pelatihan ini, sambung dia, di bagi dalam dua kelompok yang masing-masing berjumlah 40 orang dengan kegiatan yang berbeda.

“Peserta pelatihan TIK ini berasal dari sekolah dari tingkat SD, SMP dan SMA yang ada di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.Kita harapkan ilmu yang diperoleh dapat diimbaskan ke guru dan siswa lainnya di sekolah.Dengan TIK pendidikan, guru akan dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan menarik kepada siswanya dan sesuai dengan perkembangan tekhnologi saat ini,” katanya.

Staf Pustekkom Kemdikbud RI, Adji Agus Salim, menyebutkan kegiatan tersebut diikuti 80 orang guru dan siswa yang akan berlangsung sejak 14 hingga 16 Agustus 2018, di Banda Aceh.

“Nantinya juga akan dipilih satu orang mewakili Aceh untuk menjadi calon duta rumah belajar secara nasional yang akan dilaksanakan pada Oktober mendatang di Jakarta,” katanya.

Menurutnya, duta rumah belajar ini nantinya sekaligus akan menjadi perpanjangan tangan dari Pustekkom Kemdikbud untuk mensosialisasikan program rumah belajar kepada seluruh guru yang ada di Aceh.

“Diharapkan guru dapat menggunakan daya kreatisitasnya untuk mengambangkan pembelajaran berbasis TIK, agar mengikuti perkembangan zaman dan siswa menyerap pelajaran secara maksimal tanpa batas,” tuturnya berharap.

Masih kata Adji, selain memilih calon duta rumah belajar, pihaknya juga melaksanakan fasilitasi kepada guru dalam memanfaatkan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan berbasis radio, televisi dan film kepada guru dan siswa.

“Hasilnya semua peserta dapat menyerap ilmu yang kita sampaikan disini dan bisa menerapkannya di sekolah masing-masing,” ungkap Adji seraya menjelaskan dalam kegiatan itu guru dan siswa dilatih untuk membuat sebuah video pembelajaran melalui editor video berbasis android.

Ia menambahkan, melalui beberapa tekhnik yaitu menuliskan naskah video sederhana, terminology shooting, dan proses editing video melalui software kine master.”Selama tiga hari ini peserta sudah bisa membuat sebuah video pembelajaran melalui android. Selanjutnya video yang sudah jadi akan di upload ke website ensiklomedia.tve.kemdikbud.go.id,” tambahnya.

Adapun tahapan pemilihan calon duta rumah belajar yang dilaksanakan di Aceh ini melalui program pembaTIK (Pembelajaran berbasis TIK) dilakukan dengan empat tahap yaitu bimtek daring level 1/literasi TIK, bimtek daring level 2/implementasi TIK,  bimtek tatap muka level 3/kreasi TIK dan bimtek tatap muka level 4/implementasi TIK.

Sementara narasumber untuk kegiatan orientasi penerapan model pembelajaran daring (Online) dan fasilitasi guru terampil dalam memanfaatkan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan berbasis radio, televisi dan film berasal Pustekkom Kemdikbud yaitu Adji Agus Salim, Nasehadin, Yan Setiawan, Yeni Husnaeni, Anas Sabayas, Puji Raharjo dan Nyoman Widia, Kasi Pengembangan Aplikasi TIK UPTD Balai Tekhnologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Anwar M. Isa, M.Si.[]

(Editor | M. Zairin) 

Komentar

News Feed