oleh

Banyak KPM di Kuta Alam Tak Dapat Bantuan Rastra, Mengapa?

Distribusi Beras Sejahtera (Rastra) tahun 2017. (DOK.PENAPOST.COM)
Distribusi Beras Sejahtera (Rastra) tahun 2017. (DOK.PENAPOST.COM)

Banda Aceh-Beras Sejahtera (Rastra) yang seharusnya sampai ke tangan seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dikabarkan belum merata dan tidak sesuai dengan harapan.Di kecamatan Kuta Alam, Rasta disalurkan hanya berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) dan bukan sesuai data raskin.Akibatnya, sebagian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak mendapatkan Rastra tersebut, lantaran tidak semua KPM terdaftar di DBT.

“Masyarakat miskin yang tidak mendapat bantuan Rastra karena tidak ada nama, sebab pemerintah pusat memberikan bantuan sesuai kuota setiap daerah bukan sesuai data raskin. Sebenarnya banyak yang harus dapat kalau disesuaikan dengan data raskin,” ujar Camat Kuta Alam, Faisal, S.STP, Selasa, 12 Februari 2018 di Banda Aceh.

Menurutnya, terhitung Februari, Rastra maupun Raskin bakal diganti dengan e-warung dalam bentuk kartu bernilai Rp110 ribu/bulan.”KPM bisa mendapatkan 4 jenis bahan pangan berupa, beras, minyak makan, gula dan telur,” terangnya.

Kasi pemerintahan dan perekonomian, kecamatan kuta alam, Zulfitri, mengatakan, penerima bantuan rastra tersebut diambil dari data dinsos berupa data PKH dan data non PKH melalui koordinator perwakilan yang ditempatkan disetiap kecamatan

“Saat ini dari 11 gampong yang ada di kecamatan Kuta Alam, hanya gampong Kuta Baro, yang telah melaporkan hasil penyerahan Rastra kemasyarakat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Itupun lantaran hanya tiga Kepala Keluarga (KK) yang menerima Rastra,” katanya.

Namun secara financial, pihak kecamatan telah menyerahkan seluruh rastra tersebut ke seluruh gampong. Sebenarnya, kata Zulfitri, pada saat sudah diselesaikan berkas, rastra sudah harus dibagikan karena ini hak masyarakat.

“Pihak gampong masih berkoordinasi dulu dengan pihak dinas sosial karena tidak semua nama warga penerima manfaat terdata di Basis Data Terpadu (BDT),” sambung Zulfitri.

Hal itu, lanjutnya lagi, sebagai persoalan yang terjadi di gampong.Diakuinya, Geuchik susah, karena disatu sisi secara finansial masih banyak warga yang membutuhkan tetapi tidak mendapatkannya, karena tidak terdata di DBT. “Disisi lain data yang di masukkan dari dinas terkait juga sudah layak, namun tidak seluruhnya warga terdata ke dalam PKM.Bisa jadi, dengan alasan dan pertimbangan itulah sehingga geuchik masih belum berani mengeluarkan rastra tersebut,” tambahnya.

Informasi diperoleh adapun gampong yang belum menyerahkan laporan rastra di Kecamatan Kuta Alam, meliputi Peunayong, Laksana, Keuramat, Kuta Alam, Beurawe, Bandar Baru, Mulia, Lampulo, Lamdingin, dan Lambaro Skep.[]

Reporter | Hendra S

Komentar

News Feed