oleh

BI Nyatakan Pertumbuhan Perbankan Syariah di Aceh Melambat

Sabang-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menyatakan pertumbuhan perbankan syariah di provinsi setempat masih tumbuh melambat, meski secara kinerja terjadi peningakatan aset menyusul konversi bank Aceh konvensional ke syariah.

Hal itu disampaikan Kepala Tim Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Aceh, Sunarso pada kegiatan pelatihan edukasi ekonomi dan keuangan syariah kepada wartawan di Sabang, Senin, 23 Juli 2018.

Kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia bekerjasama dengan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) Aceh itu berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 23-25 Juli 2018 itu.

Ia menyatakan, pemahaman masyarakat terkait layanan dan produk syariah yang masih rendah, sehingga perkembangan perbankan di aceh belum tumbuh optimal.

“Selama ini, masyarakat masih memandang bahwa perbankan syariah itu relatif hampir sama dengan perbankan konvensional sehingga pertumbuhan perbankan syariah masih belum optimal,” katanya.

Selain itu, jelas Sunarso, masyarakat selama ini juga belum mengetahui persis manfaat perbankan syariah seperti apa, dan bedanya dengan konvensional seperti apa. “Sebab mereka memandang syariah itu lebih mahal, karena mereka belum mendapatkan pemahaman yang benar-benar tentang syariah. Bagaimana mekanisme perbankan syariah, bisnis syariah, dan ekonomi syariah,” jelasnya.

“Untuk itu, kita harus memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat terkait produknya, dan pelayanannya. Dengan harapan mereka bisa tahu dengan benar seperti apa syariah itu, sehingga mereka dapat pilihan apakah mau ke konvensional atau ke syariah,” papar Sunarso.

Untuk mengembangkan perbankan syariah yang optimal di Provinsi ini, jelas Sunarso, kita bersama-sama melakukan edukasi dan sosialisasi dalam rangka mengembangkan syariah di Aceh.

“Dalam mengembangkan perbankan syariah bukan hanya peran pemerintah daerah, BI, OJK, tapi masyarakat itu sendiri harus menjadi bagian penting dalam meningkatkan pertumbuhan perbankan syariah di Provinsi paling ujung barat Indonesia itu,” ungkapnya.

Sunarso menambahkan, produk yang ditawarkan perbankan syariah di Aceh sebenarnya sudah sangat menjanjikan, tapi perlu sosialisasi yang optimal kepada masyarakat sehingga mereka tahu manfaat dari perbankan syariah.

“Kita harapkan melalui edukasi dan sosialisi yang optimal kepada masyarakat bisa meningkatkan perkembangan perbankan syariah di Aceh kedepan,” pungkasnya.[]

(Editor | M. Zairin)

Komentar

News Feed