oleh

BPOM Temukan Mi untuk Takjil di Aceh Mengandung Boraks

Jakarta-Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Banda Aceh menemukan mi yang dijual pedagang takjil di Aceh Barat Daya (Abdya) diduga mengandung boraks. Ini diketahui setelah BPOM mengambil sampel dari beberapa makanan.

“Kita sudah melakukan pengawasan di lima kabupaten/kota di Aceh. Dari daerah yang kita ambil sampel, di Abdya terdapat dua sampel mi yang mengandung boraks,” kata Kepala BBPOM Banda Aceh Zulkifli kepada wartawan, Jumat (10/5/2019).

Kelima daerah yang dipantau yaitu Aceh Timur, Aceh Utara, Nagan Raya, Abdya dan Banda Aceh. Di Nagan Raya, BBPOM menemukan kerupuk tempe mengandung bahan berbahaya.

Sementara di Banda Aceh saat diambil sampel pada Kamis (9/5) kemarin, ditemukan adanya mi yang terindikasi mengandung formalin. Pihak BBPOM masih menelusuri asal-usul barang berbahaya tersebut.

Hari ini, BBPOM kembali melakukan pengawasan ditempat pedagang takjil di kawasan Garuda Teater di Banda Aceh. Di sana, 25 pengananan berbuka diambil sampelnya.

“Hari ini kita juga turun kembali dengan Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin. Target kita produk-produk yang berpotensi mengandung barang bahaya. Data kami dengan Dinkes, selama ini mi kita ini masih punya persoalan. Makanya hari ini kita turun kebanyakan mi yang kita pantau,” jelas Zulkifli.

Selain mi, juga dipantau minuman berwarna yang dicurigai mengandung bahan berbahaya. Namun setelah dites cepat di mobil laboratorium, hasilnya negatif semua. []

(Sumber | DETIK.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed