oleh

Bupati Abes Himbau Maskapai Tidak Beraktifitas pada Hari Raya

Jantho-Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, mengeluarkan himbauan seluruh maskapai penerbangan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, untuk tidak melakukan aktifitas pada saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Himbauan itu dikeluarkan melalui surat resmi Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Besar yang ditujukan kepada General Manager PT Angkasa Pura II dengan tembusan Gubernur Aceh, Ketua DPRA, Kapolda Aceh, Kanwil Kemenkumham Aceh serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Mawardi Ali mengungkapkan pihaknya menghimbau seluruh maskapai menghentikan seluruh aktifitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, pada hari pertama Idul Fitri dan Idul Adha mulai pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB.

“Kita hanya himbau tidak ada aktifitas mulai tengah malam pukul 00.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB siang saja, agar komunitas dibandara tersebut bisa melaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha,” ujar Mawardi dalam penjelasannya kepada wartawan, Jumat (26/7) di kediaman pribadinya di Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya.

Dengan demikian, tambah Mawardi, seluruh komunitas di Bandara Internasional SIM dan kru pesawat punya kesempatan untuk melaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha di bandara atau ditempatnya masing masing.

“Saya kira ini tidak mengganggu kegiatan penerbangan di bandara SIM, sama juga halnya dengan apa yang dilakukan di Bali, yang tidak ada aktifitas di bandara saat hari raya Nyepi. Bahkan di Bali hingga 24 jam,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Mawardi mengungkapkan beberapa alasan dikeluarkannya surat himbauan tersebut. Selain sebagai syiar dalam mendukung pelaksanaan Islam secara kaffah di Aceh, juga adanya keluhan yang disampaikan komunitas di bandara SIM.

Himbauan Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali. (FOTO | M.ZAIRIN/PENAPOST.COM)

“Ada keluhan seorang petugas imigrasi di Bandara SIM yang disampaikan kepada Kakanwil Kemenkumham Aceh, bahwa ia sudah berpuasa selama delapan tahun tapi tidak pernah melaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Lalu Kanwil Kemenkumhan menyampaikan kepada saya, bagaimana kita sikapi itu,” tutur Mawardi.

Hal yang sama, ungkapnya, juga disampaikan komunitas Bandara SIM, seperti air line, kru pesawat, Airnav dan lainnya yang tergabung dalam komunitas bandara (Airport Community).

“Jadi ini saya kira tidak mengganggu aktifitas penerbangan seperti himbauan kita kepada maskapai agar pramugari menggunakan hijab yang mendarat dan lepas landas di Bandara SIM,” imbuhnya.

Sementara Executive General Manager PT Angkasa Pura II, Bandara SIM, Yos Suwagiyono, menyatakan pihaknya akan mengkaji dan membahas surat himbauan yang disampaikan Pemkab Aceh Besar tentang tidak adanya aktifitas di bandara SIM saat lebaran tersebut.

Yos menyebutkan ada dua penerbangan yang lepas landas dari Bandara SIM pada pukul 06.00 WIB Lion Air dan pukul 07.00 WIB Garuda Indonesia. Sementara yang mendarat di Bandara SIM pada pukul 08.00 WIB Air Asia dan pukul 09.00 WIB City Link.

“Kalau shalat idul adha yang paling dekat ini atau idul fitri shalatnya dimulai pukul 07.30 Wib mungkin penerbangan pagi itu bisa kita lepas. Tapi yang tiba pukul 08.00 WIB dan 09.00 WIB ini yang perlu dibahas dengan maskapai pihak terkait lainnya,” ujar Yos.

Begitupun, kata Yos, pihaknya menyambut baik himbauan yang disampaikan Pemkab Aceh Besar karena dengan tujuan mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh Besar.

“Saya akan membahasnya, apakah mungkin dua pesawat yang masuk pagi itu bisa menunda misalnya masuk pukul 10.00 Wib di hari raya Idul Adha ini” katanya lagi. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed