oleh

Cara Banten Tekan Angka Pengangguran, Rekrut Korban Tsunami hingga Dirikan SMK

Serang-Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, tingkat pengangguran di Provinsi Banten menurun dalam satu terakhir. Provinsi Banten juga tidak lagi menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia.

“Sekarang Banten peringkat tiga, Jawa Barat malah yang paling tinggi,” kata Wahidin di rumah dinasnya di Kota Serang, Kamis (16/4/2019).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten sebesar 7,58 persen pada Februari 2019. Angka tersebut menurun sekitar satu persen dibanding Agustus 2019 lalu yang mencapai 8,52 persen.

Mantan Wali Kota Tangerang tersebut mengatakan, tingginya tingkat pengangguran terbuka di Banten sebelumnya lantaran tingginya persaingan dalam mencari kerja di Banten. Selain itu, banyak lulusan sekolah yang ilmunya sudah tidak banyak dibutuhkan oleh perusahaan.

“Strategi kita sekarang adalah perbanyak pendidikan vokasi. Kita banyak bangun sekolah di daerah-daerah, contohnya di Lebak, yang punya jurusan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh industri,” kata Wahidin.

Untuk mengetahui tenaga kerja seperti apa yang dibutuhkan oleh perusahaan, Wahidin mengatakan, dilakukan komunikasi terlebih dahulu dengan perusahaan yang akan menanamkan modal di Banten. Komunikasi dilakukan saat mereka mengurus perizinan.

“Kelemahan kita dulu adalah kurangnya keterbukaan informasi, sekarang kita lakukan, kita tanya tenaga kerja seperti apa yang mereka butuhkan, supaya kita siapkan,” ujar dia.

Rekrut 200 anak korban tsunami
Cara lain untuk mengurangi tingkat pengangguran di Provinsi Banten, kata Wahidin, adalah dengan melakukan perekrutan langsung oleh perusahaan dengan difasilitasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten.

Melalui cara ini, kata Wahidin, pihaknya sudah sukses mengantarkan ratusan calon tenaga kerja ke dunia industri. Salah satunya adalah tenaga kerja yang berasal dari anak korban tsunami Selat Sunda.

“200 anak korban bencana tsunami sudah direkrut langsung. Selain menekan angka pengangguran, ini menjadi solusi pemulihan yang lebih cepat dibandingkan program lainnya, karena cukup satu bulan bekerja mereka sudah dapat penghasilan dari gaji,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Alhamidi menerangkan, perekrutan kerja anak korban tsunami tersebut memang menjadi permintaan Pemprov kepada perusahaan-perusahaan yang rutin melaporkan kebutuhan tenaga kerjanya dan perusahaan menyanggupinya.

Menurutnya, perekrutan tenaga kerja yang difasilitasi Disnakertrans Banten maupun melalui program skil development center (SDC) atau pelatihan berbasis kompetensi penempatan kerja tersebut, sudah berlangsung sejak tahun 2018 dan prosesnya setiap minggu. Mereka langsung ditempatkan di perusahaan.

“Ditargetkan tahun ini kita bisa merekrut 10.000 calon tenaga kerja. Hingga kini, tercatat sudah sebanyak 764 tenaga kerja yang sudah terserap hanya untuk 3 perusahaan saja. Sedangkan melalui program SDC sudah lebih dari 500 tenaga kerja terserap,” kata dia. []

(Sumber | KOMPAS.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed