oleh

Cerita Riki Muhamanda yang Lolos Simulasi Konferensi Tingkat Dunia

Banda Aceh-Perasaan senang dan haru, itulah yang dirasakan Riki Muhamanda. Ia adalah Mahasiswa Unsyiah peraih terbaik II duta bahasa Provinsi Aceh. Kepada media pers, ia menceritakan pengalaman dibalik lolosnya dia ke simulasi konferensi diplomasi tingkat dunia atau simulasi konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kegiatan tersebut akan dilangsungkan di Hong Kong pada 1 hingga 3 Februari 2019. Di sana, Riki akan dibiayai dengan beasiswa penuh setelah aplikasinya diseleksi secara internasional melalui platform online.

“Nggak nyangka. Waktu itu baru siap ngajar TOEFL (Bahasa Inggris) untuk mahasiswa Unsyiah. Terus dapat informasi eventnya, lalu saya coba kirim aplikasi. Saat itu saya juga tidak berharap banyak juga,” cerita Riki, Senin, 4 Februari 2019.

Sekitar beberapa Minggu kemudian, Ia justeru mendapatkan informasi dari panitia yang bahwa dirinya diundang ke Hong Kong dengan beasiswa penuh. Nah, hati siapa tidak senang dan terharu ketika mendengar kabar tersebut.

Riki menjelaskan, event simulasi konferensi PBB yang diikutinya itu bernama Hong Kong Model United Nations Conference (HKMUNC) 2019. Event tersebut merupakan event tahunan internasional yang diadakan Hong Kong Model United Nations Club, salah satu penyelenggara terbesar event diplomasi yang ada di Hong Kong.

Riki Muhamanda saat berada pada simulasi konferensi diplomasi tingkat dunia atau simulasi konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), 1 hingga 3 Februari 2019, di Hong Kong. (FOTO |IST)

Tahun ini, HKMUN diadakan di Cyberport Hong Kong, dan para delegasinya diinapkan pada salah satu hotel berbintang 4 yang bernama L’Hotel South Island. Total delegasi terpilih pada event tersebut ialah sejumlah 50 delegasi yang berasal dari berbagai negara yang ada di dunia.

“Melalui event tersebut, peserta terpilih diharapkan dapat meningkatkan skill dalam berdiplomasi secara internasional, meningkatkan kekritisan berpikir terhadap isu-isu global, menjalin relasi internasional, melatih skill public speaking, skill negosiasi, bahasa Inggris dan masih banyak lagi,” kata Riki.

Beda dari delegasi lainnya, uniknya mahasiswa yang pernah mengajar Bahasa Inggris selama 1 bulan di Thailand itu merupakan salah satu yang mendapatkan pelayanan istimewa selama di Hong Kong.

Dimulai dari mendapatkan kuota 1 orang satu kamar di hotel tempat penyelenggaraan event tersebut, hingga mendapatkan gratis menginap pada 3 malam berikutnya usai acara di hotel yang sama.

Sementara, delegasi lainnya harus membayar sendiri penginapan tersebut ataupun mencari hotel lain jika ingin memperpanjang durasi selama di Hong Kong usai acara, sebab tidak ditanggung lagi oleh penyelenggara.

Walau demikian, putra Aceh Selatan ini tidak cepat berbangga hati dengan pelayanan tersebut. Ia pun tetap belajar giat dalam mempersiapkan segala sesuatu termasuk materi untuk dipresentasikan pada saat event tersebut berlangsung.

Hingga akhirnya, pada 3 Februari 2019 ia menorehkan prestasi dengan mendapatkan salah satu award kategori spesial, yaitu “Delegate Most Likely to be a Millionare” (Delegasi paling berpotensi menjadi Millioner).

“Nggak nyangka juga saya dapat award itu (Delegate Most Likely to be a Millionare). Malah waktu dipanggil berkali-kali untuk maju ke depan, saya masih tetap duduk, sebab saya pikir bukan saya,” ucapnya. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed