oleh

Cuma Rossi Solusi dari Krisis Yamaha

PENAPOST.COM-Pembalap penguji Honda, Stefan Bradl, turut mengomentari hasil negatif yang diraih rivalnya, Monster Energy Yamaha. Menurutnya, performa Yamaha sudah sangat jauh tertinggal dari Honda dan Ducati.

Sejak kali terakhir Yamaha juara MotoGP bersama Jorge Lorenzo pada 2015, pengembangan yang dilakukan pabrikan berlambang garpu tala itu terbilang lambat. Bahkan, Bradl tak segan menyebut Yamaha sedang tertidur.

Hal itu dilihat dari inkonsistensi performa ketika di lintasan. Imbasnya, kedua pembalapnya, Valentino Rossi dan Maverick Vinales, tak mampu bersaing untuk menjadi juara.

Lihat saja dari lima seri awal di musim ini. Yamaha belum sekali pun meraih juara seri. Pencapaian terbaik hanya muncul dari Rossi dengan dua kali merebut podium kedua.

“Yamaha sudah kalah jauh dalam segi pengembangan pada dua tahun terakhir dari Honda dan Yamaha. Mereka sedang tertidur,” kata Bradl dikutip Tuttomotoriweb.

“Valentino terus mencoba untuk meraih kemenangan. Tapi, dia tak bakal puas dengan posisi kelima. Dia ingin meraih juara di usia 40,” jelasnya.

Tapi, Bradl meyakini jika Yamaha akan segera mendapat solusi untuk keluar dari krisis. Dan Rossi adalah salah satunya.

“Jika semua tahu bagaimana (Yamaha) keluar dari krisis kecil ini, solusinya adalah Valentino Rossi. Dia sedang berjuang dengan senjata tumpul karena Ducati dan Honda sudah jauh lebih cepat,” ungkap pembalap asal Jerman itu. []

(Sumber | VIVA.CO.ID)

Komentar

News Feed