oleh

Data Tahun 2017, Pecandu Narkoba di Aceh Capai 63 Ribu Orang Lebih

Banda Aceh-Narkoba semakin mengkhawatirkan kalangan masyarakat di Aceh. Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Banda Aceh mencatat, berdasarkan data tahun 2017, pecandu narkoba di Provinsi Aceh mencapai 63 ribu orang lebih atau berkisar 63.032 orang. Gawat bukan?

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Banda Aceh, Hasnanda Putra, saat menggelar razia narkoba bersama Walikota Banda Aceh, AMinullah Usman, di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA), Kamis, 1 November 2018, di Banda Aceh.

“Narkoba juga menyebabkan pecandunya meninggal 20 sampai 40 orang setiap harinya. Data tahun 2017, pecandu di Aceh mencapai 63.032 orang dengan mayoritas usia di kisaran 30 tahun. Memang, untuk Kota Banda Aceh belum kita temukan data pasti, nanti kami akan melakukan survey,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa, estimasi kerugian ekonomi yang disebabkan narkoba di Aceh semakin parah. Data tahun 2017, kata dia, estimasi kerugian ekonomi yang disebabkan narkoba di Aceh mencapai Rp.1,5 Triliun. Bahkan, secara nasional kerugiannya mencapai Rp.84,7 Triliun.

Begitupun, ia mengapresiasi Walikota Banda Aceh yang memiliki komitmen kuat untuk memberantas narkoba di Banda Aceh. “Saya pikir Pak Wali sebagai seorang ekonom sangat paham kehancuran dari sisi ekonomi. Beliau menginginkan adanya pusat rehab dibangun di Banda Aceh. Tahun 2019 rencananya akan dibangun, mari sama-sama kita mendukung,” kata Hasnanda Putra.

Sebagaimana diketahui, Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman mendatangi SMA 1 Banda Aceh, Kamis (1/11/2018) pagi. Ia bersama Kepala Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Banda Aceh, Hasnanda Putra berada di sekolah yang terletak di kawasan Blang Padang tersebut.

Seusai meminta izin kepada Wakil Kepala Sekolah, Zahratul dan dewan guru, Walikota menuju kelas XII IPS 2 sekolah tersebut. Selain kelas XII IPS 2, Walikota dan rombongan juga melakukan razia di kelas XII IPA 3. Saat masuk ke kelas, Aminullah lebih dulu menjelaskan kepada siswa, bahwa kedatangannya untuk melakukan razia narkoba. Para siswa pun diminta berdiri didepan kelas dan meninggalkan tas masing-masing di kursi mereka.

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman di dampingi Kepala BNNK Banda ACeh, Hasnanda Putra, saat memeriksa tas siswa SMA Negeri 1 Banda Aceh, pada razia narkoba, Kamis, 1 November 2018. (FOTO | IST)

“Kami minta waktu sebentar, tolong berbaris didepan dan tinggalkan tas dikursi atau meja masing-masing,” pinta Aminullah. Sesaat kemudian, Walikota, Kepala BNNK Kota dan Kepala Kesbangpolinmas memeriksa tas para siswa, namun tidak ditemukan adanya narkoba.

“Ahamdulillah, tidak satupun dari tas kalian ditemukan narkoba,” kata Aminullah seraya mengatakan kepada siswa bahwa narkoba sangat berbahaya karena akan merusak diri dan juga merusak masa depan. “Dampaknya sangat parah, bukan hanya menghacurkan diri dan masa depan tapi juga menghancurkan perekonomian,” sambungnya.

Itu sebabnya, lanjut Walikota, narkoba harus diperangi dan di berantas di Banda Aceh. Ia tidak ingin masa depan generasi muda di Banda Aceh akan hancur hanya karena narkoba. “Karenanya Saya mengajak semua siswa untuk memerangi narkoba. Kalian harus berkontribusi, kalau kedapatan, apakah di sekolah, di kampung atau dimana saja tolong laporkan. Boleh lapor ke Saya langsung, BNN Kota atau Kepala Sekolah. Apa kalian siap memerangi narkoba,” kata Aminullah disambut jawaban siap serentak oleh siswa-siswi sekolah yang dijuluki Jeumpa Puteh tersebut.[]

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed