oleh

Didi Setiadi Jabat Ketua Pengurus Daerah IPI Aceh

Banda Aceh-Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Aceh periode 2017-2020 dibawah kepemimpinan Didi Setiadi, resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua I Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia, T. Syamsul Bahri, Jum’at, 20 Juli 2018, di aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.

Pengurus yang dikukuhkan itu masing-masing, Didi Setiadi, selaku ketua umum, Abdul Manar, (Wakil Ketua), Muslina, (Sekretaris umum), Yasmi Yendri, (Wakil Sekretaris), serta Tgk. Nurul Keumala Hayati, sebagai Bendahara umum.

Pengukuhan Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Aceh periode 2017-2020 juga dirangkai dengan dialog kepustakawanan dengan tema ‘menuju pustakawan bergerak’.

Dalam kesempatan tersebut, T. Syamsul Bahri, meminta seluruh pengurus daerah IPI Aceh yang baru dikukuhkan untuk meninggalkan pola-pola lama dalam menjalankan organisasi.

Ia berharap agar organisasi ini menjadi mitra kerja dengan berkolaborasi menjalin kerja sama dengan asosiasi pustakawan pada tingkat daerah, nasional, dan internasional serta dengan komunitas pengiat literasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

“Peran pustakawan dan pengurus IPI sangat penting, oleh karena itu saya berharap agar pengurus IPI lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan kompetensinya, jangan menunggu tapi jemput bola,” kata Syamsul Bahri.

Menurutnya, salah satu peran organisasi profesi pustakawan adalah meningkatkan mutu profesi melalui berbagai kegiatan dan aktifitas kepustakawanan. Seperti yang termaktub dalam Anggaran Dasar (AD) salah satu tujuan IPI yaitu meningkatkankan profesionalisme, kompetensi, wawasan kepustakawanan dan peningkatan karier serta meningkatkan profesionalisme pustakawan Indonesia.

Ketua IPI Aceh, Didi Setiadi, S.Sos berjanji akan berusaha semaksimal mungkin menjalankan amanah yang diberikan. Ia mengajak pengurus, pustakawan, para pegiat literasi untuk sama-sama bergabung demi memajukan dunia perpustakaan khususnya Aceh.

“Kita harus bergerak, karena tanpa pergerakan keberadaan dan eksistensi organisasi IPI tidak dirasakan manfaatnya ditengah-tengah masyarakat. IPI tidak boleh diam dalam menyikapi berbagai persoalan yang menyangkut perkembangan perpustakaan di Aceh. Inilah tugas kita selaku pengurus,” kata Didi Setiadi usai dikukuhkan bersama sejumlah pengurus lainnya.[]

(Editor | M. Zairin)

Komentar

News Feed