oleh

Diduga Salah Suntik, Dua Bocah di Aceh Barat Meninggal Dunia

Meulaboh-Seorang bocah laki-laki, Alfareza (13), putra dari Suwardi, warga Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat diduga meninggal dunia setelah beberapa saat disuntik oleh petugas medis. Saat itu, Alfareza menjalani perawatan usai dioperasi di Ruang Anak Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSUCND) Meulaboh.

“Tak lama setelah disuntik, keponakan saya langsung meninggal. Padahal tadi waktu setelah dioperasi sudah sudah sehat. Bahkan menurut dokter bedah kondisinya sudah membaik, sehingga tadi sempat bicara dengan kami,” kata paman Alfareza, Syahril kepada wartawan, Sabtu (20/10/18).

Syahril mengatakan, keponakannya dilarikan ke RSUCND Meulaboh karena mengalami luka akibat tertancap dahan kayu di bagian punggungnya setelah jatuh dari pohon pada Jum’at (19/10/18).

“Saya dan ayah Alfareza yang membawanya ke rumah sekitar Pukul 14.00 WIB, dan pada pukul 17.00 WIB langsung ditangani oleh dokter bedah, yakni dokter Samson untuk penanganan operasi. Setelah dioperasi kondisinya sudah membaik. Kemudian tak lama setelah disuntik saat berada di ruang anak langsung meninggal,” kata Syahril.

Menurut Syahril, saat pemberian serum suntik oleh perawat, tidak dilakukan uji coba obat yang akan diberikan untuk mengetahui alergi atau tidak terhadap obat tersebut.

“Saat itu anak kami disuntik sebanyak tiga kali. Enggak ada dicoba obat dulu, tapi langsung disuntik sebanyak empat kali dalam rentang waktu yang sangat singkat. Sebelum anak kami meninggal ada juga di ruangan itu anak yang alami usus buntu meninggal dunia habis disuntik. Sudah itu disuntik anak kami juga meninggal dunia,” ujar dia.

Syahril mengatakan, ia dan keluarga besarnya akan berkonsultasi, baik dengan pihak medis yang mengetahui tentang obat-obatan maupun dengan pihak Kepolisian untuk mencari informasi terkait kasus tersebut.

Tanggapan rumah sakit
Sementara itu, saat dikonfirmasi, pihak rumah sakit membenarkan ada insiden dua anak meninggal dunia setelah disuntik saat menjalani perawatan di Ruang Anak. Akan tetapi, pihaknya belum dapat memastikan penyebab meninggalnya dua pasien anak tersebut karena harus dilakukan investigasi.

“Kami yang pertama mengucapkan turut bela sungkawa atas musibah ini. Dan hari ini kami langsung berkunjung ke rumah duka. Untuk tidak lanjut melihat duduk pesoalan kasus ini, kami akan pelajari dan melakukan investigasi,” kata Kasi Pelayanan Medis RSUCND Meulaboh Muhammad Asmirudin, saat dikonfirmasi di RSUCND Meulaboh.[]

(Sumber | KOMPAS.COM)

Komentar

News Feed