oleh

Disdik Aceh Lanjutkan Pelatihan MTU di 15 SMK Se Aceh 

Banda Aceh-Dinas Pendidikan Aceh kembali melanjutkan program pelatihan bergerak Mobile Training Unit (MTU) di 15 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Aceh dengan menghadirkan truk kontrainer yang didalamnya berisikan alat praktik.

Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, Muslem Yakob, Kamis (27/06/2019), melakukan pelepasan kegiatan pelatihan Mobile Training Unit (MTU), di home base MTU Gampong Pango Raya, Banda Aceh.

Ia mengatakan, untuk mendukung Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan revolusi industri 4.0 yang telah dimulai, maka Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh terus memotivasi semua pihak untuk mempersiapkan upaya-upaya yang strategis untuk mengantisipasi peningkatan mobilisasi tenaga kerja antar negara ASEAN, khususnya di Indonesia.

“Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah menyiapkan sumber daya manusia, dan menyiapkan strateginya agar SDM yang dipersiapkan tersebut benar-benar memenuhi kualifikasi (qualified), sehingga bisa bersaing dengan SDM dari negara-negara asean yang lain,” ujarnya.

Dikatakan, antisipasi terhadap MEA dan revolusi industri 4.0 sangat diperlukan, terutama di bidang pemberdayaan dan pengembangan SDM terampil, mengingat penghapusan hambatan bersifat non-tarif dan kebijakan satu pintu.

“Nah, jika hal ini tidak diantisipasi secepat mungkin, maka SDM di Indonesia, khususnya Aceh akan tetap terpuruk dan tidak dapat digunakan,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, Muslem Yakob.

Lalu apa yang menjadi hal khusus akan dihadapi indonesia atas terbentuknya masyarakat ekonomi asean (mea) dan revolusi industri 4.0 hingga sekarang?

Menurutnya, hal ini tentu saja didasarkan pada keyakinan atas manfaat yang secara konseptual akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dikawasan ASEAN.

“Dan yang paling diprioritaskan oleh pemerintah Indonesia adalah untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan meningkatkan pemberdayaan potensi yang kita miliki,” tuturnya.

Ia menilai, salah satunya adalah pemberdayaan SMK melalui peningkatan kompetensi vokasional bagi peserta didik supaya termemotivasi terus menerus melakukan inovasi dalam pengembangan program-program berkualitas.

“Sehingga dapat mencetak SDM handal yang nantinya mampu berkompetisi di era MEA dan revolusi industri.  Bahkan bisa menembus pasar kerja di tingkat regional dan internasional,” imbuhnya.

Masih kata Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh ini, keterlibatan SMK dalam memposisikan diri dikancah mea dan revolusi industri ini pasti menjadi sorotan utama dibandingkan dengan sekolah menengah non kejuruan lainnya.

“Hal ini didasari oleh konsep fundamental, visi dan misi smk itu sendiri lebih unik jika dibandingkan dengan sekolah menengah non kejuruan lainnya di indonesia. Kurikulum SMK terus mengikuti persyaratan perkembangan tenaga kerja terkini dan memprioritaskan skill yang memenuhi pasar tenaga kerja,” katanya lagi.

Dinas Pendidikan Aceh, katanya lagi, meluncurkan pilot program peningkatan kompetensi peserta didik melalui program unggulan yaitu bagi peserta didik SMK merupakan strategi pengembangan kualitas lulusan melalui program Mobile Training Unit (MTU).

“Kegiatan program MTU yang diselenggarakan oleh bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh. Program ini tidak hanya untuk menghadapi tantangan MEA dan revolusi industri 4.0 sebagai salah satu usaha untuk menjawab persoalan krisis tenaga kerja terampil di kawasan ASEAN,” lanjutnya.

Program pendidikan dan pelatihan kecakapan kerja siswa diharapkan dapat meningkatkan persentase kemudahan untuk mendapatkan tenaga kerja yang relevan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Selain itu, kata Muslem, dengan program ini nantinya akan meningkatkan persentase tenaga kerja berbakat dimasa usia produktif dan dapat memberikan dampak positive terhadap pemberdayaan sdm di aceh  khususnya bagi siswa lulusan SMK tahun 2019.

“Di dalam program tersebut juga menawarkan konsep kemitraan antara SMK dan dunia usaha, antara SMK dan dunia industri sebagai wujud kesadaran di kedua belah pihak dalam memainkan peranan good business dikawasan ASEAN,” sambungnya.

Bentuk perwujudan dari kedua belah pihak tersebut dapat dilihat dengan terjalinnya hubungan kerja sama dalam mengimplementasikan konsep-konsep penyelenggaraan pendidikan dan training professional yang bersertifikasi secara berkelanjutan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

“Nah, dengan demikian melalui program ini akan menjembatani lulusan SMK tahun 2019 dapat dengan mudah untuk memasuki dunia kerja nyata sesuai dengan keahlian yang dimiliki,” katanya lagi.

Ia menambahkan, untuk mencapai tujuan yang strategis dalam mempersiapkan SDM dalam jangka panjang sesuai bidang keahlian di sekolah-sekolah sebagai lingkungan yang sangat strategis.

“Karena sekolah adalah lingkungan yang sangat kompleks, semua kegiatan di sekolah harus memiliki perencanaan yang jelas dan realistis serta pengorganisasian yang efektif dan efisien,” tambahnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, Teuku Miftahuddin, menjelaskan, mobile training unit (mtu) di desain khusus untuk membantu masyarakat Aceh dengan menyediakan sarana dan prasarana pengembangan keahlian dan ketrampilan

“Serta memberikan layanan promosi ketenagakerjaan sebagai upaya untuk membantu pembangunan infrastruktur dan perumahan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat Aceh yang terkena dampak Tsunami,” terangnya.

Ia menyebutkan, MTU ini telah dioperasikan berkeliling di wilayah Provinsi Aceh sejak 1 Februari 2006 hingga 31 Desember 2007, di danai oleh Swiss Solidarity, Medicor Foundation of Lichtenstein dan Swisscontact, serta Swiss Foundation for Technical Cooperation.

Dalam melaksanakan misinya, Dinas Pendidikan Aceh menurunkan instruktur sebanyak 36 orang, teknisi dan supir masing-masing 3 orang. Dari jumlah instruktur, teknisi dan supir yang telah di TOT (training of trainer).

Adapun kompetensi keahlian pada Mobile Training Unit (MTU) sebanyak 12 kompetensi keahlian yang ada pada tiga MTU. Pada MTU I, Plumbing, Joinery, Cabinet Making, Breaklaying.

Berikutnya MTU II, Teknologi Informasi, Multimedia, Elektronika Komunikasi, Listrik Instalasi. Sedangkan pada MTU III, Teknik Kenderaan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Teknik Pengelasan, Teknik Mesin Tempel (outboat).

Peserta yang dilatih pada tahun 2019 ini sebanyak 900 siswa-siswi yang tersebar di 15 SMK se Provinsi Aceh, dan akan berlangsung sejak 27 Juni hingga 1 Oktober 2019 mendatang. [] 

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed