oleh

FPMPA Siap Menjadi Mitra Kritis dan Strategis Pemerintah Dalam Membangun Aceh

Banda Aceh-Dewan pembina FPMPA, Delky Nofrizal Qutni menyatakan bahwa kehadiran FPMPA sejak awal siap menjadi mitra kritis dan mitra strategis pemerintah dalam membangun Aceh.

“Saat pemerintah melakukan hal-hal positif dan bermanfaat untuk rakyat Aceh, maka kita siap bersama-sama mendukung,” ujar Delky Nofrizal Qutni, disela-sela silaturahmi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh dengan FPMPA, Kamis, 31 Januari 2019.

Begitupun, kata dia, saatpemerintah khilaf dan melaksanakan kesalahan yang berdampak kepada rakyat, pihaknya siap memberikan masukan dan kritikan, namun FPMPA akan mengedepankan cara-cara yang menunjukkan kearifan lokal.

“Kita sebagai sebagai orang Aceh yakni dengan cara-cara yang santun dan bijaksana, kendatipun sesekali juga mesti dilakukan demonstrasi karena hal itu biasa dalam berdemokrasi. Namun, FPMPA bukanlah mengedepankan ancam-mengancam apalagi premanisme, Dispora Aceh senantiasa membuka ruang diskusi,” tegasnya.

Dia juga menyebutkan, pada tahun 2014 silam dirinya bersama-sama dengan rekan-rekan paguyuban se-Aceh pernah mengusulkan qanun pembangunan kepemudaan Aceh. “Alhamdulillah, pada tahun lalu DPRA telah mengesahkan qanun kepemudaan Aceh, kendatipun tidak semua elemen dilibatkan termasuk dari FPMPA sebagai pihak yang menyampaikan usulan awal tidak dilibatkan,” sebutnya.

“Dan hanya pernah diundang sekali saat itu melalui SMS, satu jam sebelum rapat dengar pendapat terkait qanun itu dilakukan,” lanjutnya lagi.

Namun demikian, pihaknya siap bersama-sama Dispora Aceh untuk mensosialikan qanun pembangunan kepemudaan Aceh, mengawal realisasi qanun, serta memberikan masukan-masukan terkait qanun tersebut.

Delky juga berharap agar Kadispora Aceh sebagai instansi yang membidangi kepemudaan berkenan mendukung dan bekerjasama dengan paguyuban dalam melaksanakan program-program kepemudaan.

“Pesan saya kepada Kadispora Aceh, kalau paguyuban usulkan program untuk satu kegiatan yang sifatnya seremonial tapi anggaran mencapai milyaran rupiah maka tolak saja. Begitupun jika kongres ini atau kegiatan lainnya diminta tiket dengan anggaran mencapai ratusan juta atau miliaran, maka coret dan tolak saja,” kata Delky menegaskan.

Kabid Kepemudaan Dispora Aceh, Ikhwanul Fitri menyebutkan dirinya siap memfasilitasi kegiatan-kegiatan paguyuban mahasiswa dan pemuda sesuai dengan tupoksinya.

“Untuk ke depan kita akan minta data dan profil tiap pagayuban, sehingga ke depan jika ada program-program kepemudaan, kita dapat bersinergi dan bersama-sama,” pungkasnya.[]

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed