oleh

Gempa “Berpotensi” Tsunami, Ribuan Siswa Berlarian ke Museum Tsunami dan Masjid

Banda Aceh-Ribuan siswa di Banda Aceh panik hingga terdengar jerit ketakutan bahkan tak sedikit yang menangis, saat guncangan perut bumi itu terjadi. Guru-guru dan petugas keamanan sekolah berusaha menenangkan kepanikan siswa, sembari mengarahkan anak-anak berlindung ke tempat aman, termasuk di bawah meja sambil melindungi kepala dengan tas ransel masing-masing.

Akhirnya, bersama guru, siswapun bergerak cepat ke Museum Tsunami Aceh dan Gedung Dakwah/Masjid Muhammadiyah, yang tak lain adalah titik evakuasi pada simulasi .

Sesaat kemudian atau berselang beberapa detik, gempa mulai mereda, guru dan pegawai sekolah secepatnya memandu anak-anak ke titik kumpul sementara di halaman sekolah sambil menunggu perkembangan lebih lanjut.

Tak lama kemudian, pihak BMKG menginformasikan bahwa gempa yang terjadi beberapa menit sebelumnya berpotensi tsunami. Sayup-sayup juga terdengar suara sirine dari tower Early Waring Sistem (EWS) yang ada di Kota Banda Aceh.

Relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) bersama mobil unit Dinas Perhubungan juga meneruskan info dari pihak BMKG sambil menyerukan evakuasi ke titik-titik aman.

Dititik evakuasi, ribuan anak yang terlihat panik terus diarahkan oleh guru-guru mereka supaya tenang sambil berdoa agar bencana segera berakhir.  Relawan kemanusiaan dan petugas dari dinas/instansi terkait terus memantau update informasi dari BMKG dan Pusat Pengendali Operasi BPBA.

Sekitar pukul 09.30 WIB, BMKG mengeluarkan update informasi mencabut pengumuman potensi tsunami. Serentak terdengar ucapan “Alhamdulillah” dari ribuan siswa-siswi dan guru-guru yang berkumpul di Museum Tsunami dan Gedung Dakwah/Masjid Muhammadiyah.

Begitulah skenario simulasi evakuasi mandiri bencana gempa Tsunami yang dijadwalkan bakal berlangsung, Sabtu, 1 Desember 2018, mulai pukul 08.30 WIB pagi hingga selesai.

Kompetisi Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB) Tahun 2018. (FOTO | IST)

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 5 ribu pelajar dari 14 sekolah dari masing-masing jenjang pendidikan, mulai tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA sederajd di Kota Banda Aceh.

Simulasi evakuasi mandiri tersebut melibatkan sekolah-sekolah di sekitar lapangan Blangpadang, Banda Aceh. Kegiatan berlabel Festival Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) 2018 itu diselenggarakan Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Aceh.

Skenario bencana dimulai sekitar pukul 08.30 WIB ketika kawasan Banda Aceh diguncang gempa yang diisyaratkan dengan raungan sirine dari mobil BPBA, Damkar, dan PMI.

Penilaian
Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin dalam siaran pers-nya menjelaskan semua tahapan skenario, mulai terjadi gempa, upaya yang dilakukan guru dan petugas sekolah hingga evakuasi ke titik kumpul akan dinilai oleh tim yang dibentuk khusus oleh pihak pelaksana.

“Kita akan lihat sejauh mana kesiapsiagaan pihak sekolah menghadapi bencana. Ini bagian dari upaya kita melatih kemampuan menuju masyarakat tangguh menghadapi bencana,” kata Ketua Forum PRB Aceh.

Menurutnya, rangkaian festival SMAB 2018 berlangsung hingga Minggu (2/12/2018), dengan agenda kegiatan antara lain aneka games bertema bencana, workshop kebencanaan, dan malam penyerahan anugerah untuk tokoh/komunitas yang aktif dalam kegiatan/penelitian yang terkait penanggulangan maupun pengurangan risiko bencana.[]

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed