oleh

Gubernur Buka MTQ Aceh

Nagan Raya | Pena Post – Gubernur Aceh, malam tadi membuka MTQ XXXII Tingkat Provinsi Aceh yang berlangsung di Taman Dzulkarnaini, Suka Makmue, ibu kota Kabupaten Nagan Raya. Sebanyak 1.725 peserta dari 23 kabupaten/kota akan berkompetisi menjadi yang terbaik pada 10 cabang yang diperlombakan.

Rangkaian pembukaan MTQ XXXII tadi malam diawali dengan parade kafilah dari 23 kabupaten/kota. Disusul kemudian pembacaan ayat suci Alquran oleh Takdir Feriza, juara I MTQ internasional di Istanbul, Turki belum lama ini dan sari tilawah oleh Zainon Hamidah.

Dalam rangkaian acara pembukaan tadi malam juga diserahkan piala bergilir MTQ Aceh dari Kabupaten Aceh Besar yang merupakan juara umum dua tahun lalu kepada Gubernur Aceh dan selanjutnya Gubernur menyerahkan kepada Bupati Nagan Raya (selaku Ketua Panitia MTQ XXXII) untuk diperebutkan kembali.

Dalam pidatonya saat membuka even dua tahunan itu, Gubernur Zaini menyerukan agar MTQ dijadikan wahana mencetak generasi Qurani, yaitu generasi yang mencintai segala kandungan Alquran, baik itu seni lagu dan tulisannya, isi dan kandungannya, juga nilai dan tuntunan kehidupan yang ada di dalamnya.

Gubernur menambahkan, generasi Qurani bukan saja generasi muslim yang sadar akan kewajiban keagamaannya, tapi juga mampu menyerap nilai-nilai Alquran dan mengaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. “Sehingga kita mampu menjadikan Aceh sebagai negeri yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur, yaitu negeri yang aman, sentosa, adil, dan makmur,” katanya.

Menurutnya, pelaksanaan MTQ dapat menjadi cerminan sekaligus seruan kepada seluruh umat manusia di dunia. Sebab, Islam itu agama yang teduh, damai, cinta keadilan, dan menjauhi kekerasan. Islam juga menolak kebencian, fitnah, dan selalu menganjurkan persatuan, kebersamaan, dan ukhuwah.

“Melalui MTQ XXXII Tingkat Provinsi Aceh ini, saya mengajak kaum muslimin dan muslimat di seluruh Aceh untuk semakin meningkatkan pemahaman dan makna ayat-ayat suci Alquran dengan benar. Saya juga mengajak Abu-abu, para ulama dan tokoh pesantren di Aceh untuk terus memberikan pemahaman keagamaan kepada masyarakat dengan tata cara yang teduh dan toleran sesuai azas Islam,” demikian Gubernur Zaini Abdullah.

Lahirkan yang terbaik
Sebelumnya, Bupati Nagan Raya, Drs HT Zulkarnaini selaku Ketua Umum Panitia Pelaksana MTQ XXXII Tingkat Provinsi Aceh dalam laporannya menyebutkan, kegiatan yang dilaksanakan itu merupakan program Pemerintah Aceh sebagai bagian dari pelaksanaan syariat Islam. Melalui kegiatan ini diharapkan melahirkan banyak qari dan qariah terbaik Aceh dan bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

Pria yang akrab disapa Ampon Bang itu juga menyampaikan usulan kepada Gubernur Aceh tentang perlunya Pemerintah Aceh mengembangkan pendidikan MTQ di provinsi yang menerapkan syariat Islam ini. “Jangan ketika even mau dilaksanakan, di situ baru melakukan pelatihan,” ujar Ampon Bang.

Ketua LPTQ Aceh, Azhari SE MSi melaporkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi terkait penyelenggaraan MTQ. LPTQ juga akan mengambil tindakan tegas jika terdapat qari atau qariah yang berasal dari daerah lain atau pemalsuan data.

Data yang diterima Serambi dari panitia, MTQ XXXII Tingkat Provinsi Aceh di Nagan Raya diikuti 1.725 peserta yang akan berlomba pada 10 cabang yaitu tilawah dewasa, qiraat sab’ah remaja dan dewasa, tilawah anak-anak, tilawah remaja, tilawah cacat netra, tartil, fahmil Quran, syahril Quran, khatil Quran, dan MMQ.

Pada acara pembukaan tadi malam hadir Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar, Sekda Aceh Dermawan, Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda, Asisten II Setda Aceh Azhari, Kadis Syariat Islam Aceh Prof Syahrizal Abbas, Karo Umum Setda Aceh T Aznal Zahri, Karo Humas M Ali Alfata, dan sejumlah pejabat Pemerintah Aceh.

Selain itu, juga hadir Istri Gubernur Aceh Hj Niazah A Hamid, istri Wakil Gubernur Aceh Marlina Usman, para bupati dan wali kota se-Aceh, para kepala SKPK, para qari dan qariah, para hafiz-hafizah, serta para mufassir dan mufassirah terbaik dari kabupaten/kota se-Aceh.

Ribuan warga dari berbagai pelosok Nagan Raya termasuk kabupaten/kota lainnya di Aceh tumpah ruah ke arena utama kegiatan yang diberi naman Taman Dzulkarnaini.

Sejak sore kemarin hingga menjelang saat-saat pembukaan MTQ tadi malam, ruas jalan dari arah Tapaktuan maupun Meulaboh, termasuk jalur ke Suka Makmue, baik melalui pintu gerbang Ujong Fatihah maupun Simpang Peut Jeuram dan gerbang Lueng Baro sempat macet oleh banyaknya jumlah kendaraan.

Di bagian akhir rangkaian acara pembukaan tadi malam ditampilkan atraksi seni di antaranya tarian massal ‘Rameunee Nagan’ yang melibatkan 500 siswa dari Kabupaten Nagan Raya.

Polres Nagan Raya mengerahkan 125 personel termasuk personel Brimob Kompi V Kuala untuk mengamankan jalannya MTQ XXXII Tingkat Provinsi Aceh di Alun-Alun Suka Makmue, 19-26 Agustus 2015.

“Kita turunkan 100 personel polisi termasuk Satlantas. Sedangkan dari Brimob sebanyak 25 orang,” kata Kapolres Nagan Raya, AKBP Agus Andrianto SIK kepada Serambi, Rabu (19/8).

Menurut AKBP Agus Andrianto, pengamanan akan difokuskan di seluruh arena MTQ serta pengawalan setiap kendaraan kafilah dari 23 kabupaten/kota saat menuju lokasi acara dari pemondokan masing-masing. Polisi yang bertugas di lokasi acara, menurut Kapolres Nagan sama sekali tidak dibekali senjata api, melainkan hanya pentungan.

Sumber |Tribunnews.com

Komentar

News Feed