oleh

IKABA Banda Aceh Peringati Maulid

Banda Aceh-Ikatan Kekeluargaan Aceh Barat (IKABA) Banda Aceh, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1439 Hijriah/2018 Masehi, di pendopo Walikota Banda Aceh, Minggu, 11 Februari 2018.Peringatan Maulid ini mengusung tema “Momentum Memperkokoh Persaudaraan”.

Peringatan Maulid ini diisi dengan tausyiah oleh dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ustad Fahmi Sofyan, MA dan santunan kepada 33 anak yatim. Turut hadir ratusan masyarakat Aceh Barat yang berdomisili di Banda Aceh serta beberapa anggota DPR Aceh seperti, H Zuriat Suparjo, SP, Dr.Hj. Mariati MR,M.Si serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua IKABA Banda Aceh, H. Aminullah Usman, SE.Ak, MM, mengatakan, kepengurusan organisasi tersebut secara rutin menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahun.

“Momentum peringatan Maulid Nabi SAW ini sebagai wujud kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW dan dimaksudkan untuk mengambil pelajaran dari kisah hidup dan perjuangan beliau SAW dalam menebarkan dakwah Islam,” ujar Aminullah yang juga menjabat sebagai Walikota Banda Aceh ini.

Menurutnya, Nabi Muhammad S.A.W, merupakan penyebar agama Islam. Dalam hidupnya, beliau memiliki perilaku yang baik, sehingga disebut sebagai uswatun hasanah (contoh teladan yang baik).

“Mari kita jadikan maulid sebagai momentum memperkokoh persaudaraan antar warga Aceh Barat yang berdomisili di Kota Banda Aceh maupun di daerah lainnya,” ajak Aminullah Usman.

Pihaknya mengupayakan adanya peningkatan rasa silaturrahim yang selalu tersambung dan ukhwah yang selalu kuat, akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa, serta dirangkaikan dengan penyantunan kepada anak yatim secara simbolis.

 Ketua IKABA Banda Aceh, Aminullah Usman yang juga menjabat sebagai Walikota Banda Aceh, saat menyerahkan santunan secara simbolis kepada anak yatim, pada Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1439 Hijriah/2018 Masehi, di pendopo Walikota Banda Aceh, Minggu, 11 Februari 2018.

Ketua IKABA Banda Aceh, Aminullah Usman yang juga menjabat sebagai Walikota Banda Aceh, saat menyerahkan santunan secara simbolis kepada anak yatim, pada Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1439 Hijriah/2018 Masehi, di pendopo Walikota Banda Aceh, Minggu, 11 Februari 2018.

“Pelaksanaan peringatan maulid ini, bukan hanya sekedar untuk khanduri dan tausiyah Islamiyah saja, tapi lebih dari itu, acara ini juga merupakan ajang untuk memperkokoh ukhwah dan silaturrahmi diantara sesama kita, serta tempat kita saling berbagi pada sesama, khususnya anak yatim. Semakin baik hubungan diantara kita, maka akan semakin indah pula hasil yang kita petik, baik dalam perencanaan maupun dalam pembangunan,” kata Aminullah.

Dalam roda pemerintahan, Aminullah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan penerapan Syariat Islam.Pada Jum’at, 9 Februari 2018 lalu, pendopo Walikota Banda Aceh terasa sempit lantaran disesaki jamaah zikir.Zikir tersebut merupakan edisi ke-26 selama Aminullah-Zainal memimpin Kota Banda Aceh.

Ia terus bertekad membesarkan majelis zikir. Bahkan, gema zikir semakin kencang terdengar hingga ke gampong-gampong (Kampung) di wilayah Kota Banda Aceh.”Zikir harus terus bergema di seantero kota. Kita gelar di pendopo ini ketika tidak ada jadwal zikir di Gampong-gampong. Ketika ada masyarakat yang menggelar di gampong, kita bergabung bersama-sama masyarakat,” ujar Aminullah menjelaskan.

Di Kota Banda Aceh, kata Aminullah, warga semakin mencintai Al-Quran. Hal itu dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang begitu antusias mempelajari Al-Quran, baik belajar membaca, menghafal, tafsir maupun belajar seni membaca Kalam Ilahi dengan suara yang indah.

Masih kata Aminullah, sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk tekun membaca, mempelajari dan mengamalkan ajaran Al-Quran.”Umat Islam Insya Allah akan meraih puncak kejayaan dan kemajuan dalam berbagai bidang, jika tetap berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah,” katanya lagi.

Ia juga menyampaikan bahwa syiar Islam begitu penting dalam pelaksanaan Syariat Islam.”Karena dengan syiar Islam, maka ajaran Islam akan terus eksis, hidup dan semarak, sehingga dengan sendirinya dapat menciptakan suasana dan lingkungan yang Islami,” katanya.

Penceramah Ustad Fahmi Sofyan, MA dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa salah satu faktor keberhasilan adalah kepedulian kepada sesama, dan saling berhubungan interaksi diantara sesama muslimin dan muslimat.

“Sejak zaman nabi Sulaiman dulu, sudah terbukti bahwa kebersamaan dan saling peduli itu adalah kunci keberhasilan dalam segala hal. Cacing yang tinggal jauh di dasar laut dalam sebuah batu kosong dapat hidup dengan memuji Allah dan pertolongan bersama dari semut dan katak, yang selalu setia mengantarkan makanan untuknya sehingga terus terjalin kebersamaan dalam hidup mereka. Kuncinya kebersamaan dan saling peduli membuat kita berhasil dan berdaya,” kisahnya.

Ketua panita pelaksana, Dr. M. Jamil Yusuf, M. Pd, mengatakan, panitia mengundang seluruh warga Aceh Barat yang berdomisili di Kota Banda Aceh dan sekitarnya, serta mempersiapkan menu hidangan untuk 1.000 orang. Semuanya dipersiapkan oleh IKABA yang dibantu oleh seluruh warga Aceh Barat baik yang berada di daerah maupun yang ada di Banda Aceh.[]

Reporter | Rizal JP

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed