oleh

Implementasi Kurikulum Aceh Diharap Tidak Menambah Beban Siswa

Jakarta-Provinsi Aceh telah menyusun Kurikulum sendiri (Kurikulum Aceh). Namun, Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemdikbud Republik Indonesia mengharapkan agar implementasi kurikulum Aceh nantinya tidak menambah beban siswa.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan tim sosialisasi Kurikulum Aceh yang di utuskan Dinas Pendidikan Aceh dengan Puskurbuk, Kamis, 22 November 2018, di Jakarta.

Kepala Puskurbuk, Dr Awaluddin Tjalla, sebagaimana disampaikan Ketua tim sosialisasi Kurikulum Aceh, Saifuddin AR, Sabtu, 24 November 20018.

Kepala Puskurbuk, Dr Awaluddin Tjalla, kata Saifuddin, mengingatkan agar penyiapan buku-buku sebagai pendukung implementasi kurikulum Aceh tidak dibuat secara terpisah.

“Tapi cukup dibuat sebagai suplemen dari buku pelajaran yang sudah ada,” kata Awaluddin.

Selain itu, juga penting diperhatikan agar tidak terjadi plagiasi dalam penulisannya. “Dalam menyusun buku, jangan sampai terjadi plagiasi. Paling bisa ditolerir maksimal 60 persen,” ujarnya.

Ia juga meminta agar kurikulum Aceh menitikberatkan konten pada peningkatan kompetensi siswa yang berbasis skill. Meskipun kurikulum itu didesain untuk mengajarkan pendidikan agama secara lebih terperinci, tapi sedapat mungkin tidak menambah beban siswa.

“Sedapat mungkin jangan sampai menambah beban siswa,” ujar Saifuddin mengutip kepala Puskurbuk Kemdikbud RI.

Lembaga tersebut meminta agar Dinas Pendidikan Aceh menyiapkan dokumen pendukung yang menggambarkan seperti apa membangun kurikulum tersebut. Dokumen juga harus dilengkapi rincian bagan dan struktur kurikulum berdasarkan 8 standar pendidikan.[]

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed