oleh

Ini Nirwansyah, dari Teknisi AC Jadi Masinis Muda Berprestasi

Jakarta-Meski baru berusia 27 tahun, Nirwansyah telah menjadi masinis sejak tahun 2012 lalu. Kiprahnya dalam bertugas yang tak pernah melakukan kesalahan, membuatnya memperoleh predikat masinis berprestasi untuk Kereta Rel Listrik (KRL).

“Saya bergabung dengan KAI tahun 2008 sebagai pegawai magang atau kontrak,” ujar Nirwansyah saat ditemui di Stasiun Bekasi, Selasa (29/9/2015).

Ia kemudian menjalani pendidikan di dalam kelas selama sekitar 4 bulan. Setelah lulus pendidikan awal, pria lulusan SMK jurusan mesin ini kemudian melanjutkan belajar di Dipo. Ia mempelajari jenis-jenis kereta api yang ada di PT KAI dan karakteristiknya.

“Setelah belajar di Dipo, saya menjadi teknisi AC. Totalnya sekitar 6-7 bulan” katanya.

Setelah 7 bulan tersebut, ia menjalani pendidikan mengenal lintas. Ia terjun langsung di lapangan dengan pendampingan para instruktur. Kemudian ia menjalani tes lagi untuk menjadi asisten masinis.

“Sekitar tahun 2011 saya menjadi asisten masinis,” kata pria yang tinggal di Tambun Utara, Bekasi ini.

Saat itulah ia pertama kalinya memegang kemudi, meski masih didampingi oleh masinis. Sebagai asisten masinis, ia harus mengantongi 4.000 jam perjalanan mengemudikan kereta api. Setiap hari ia berbagi tugas dengan masinis. Nirwansyah baru akan memegang kemudi jika diizinkan oleh masinis.

“Jadi lebih banyak membantu membuat laporan dan memperhatikan sinyal. Saya ikut tunjuk sebut seperti masinis,” ucapnya.

Tunjuk sebut merupakan metode yang dilakukan oleh masinis dan asisten masinis saat melihat sinyal. Hal itu dilakukan untuk menghindari kesalahan.

“Setelah 4.000 jam saya ikut tes lagi. Tahun 2012 saya baru menjadi masinis,” katanya.

Setelah menjadi masinis, bukan berarti ia terbebas dari tes-tes panjang lagi. Setiap 4 bulan sekali, setiap masinis maupun asisten masinis harus mengikuti tes mengenai persinyalan dan semboyan-semboyan KAI.

“Itu wajib dan ada skornya. Semua harus lolos,” ucapnya.

Nirwansyah mengaku tertarik dengan kereta api sejak kecil. Bentuknya yang panjang, menurutnya menjadikan kereta istimewa di matanya.

Asisten humas PT KCJ Adli Hakim mengatakan, Nirwansyah merupakan masinis berprestasi. Nilai-nilai ujiannya selalu sempurna. Kehadirannya dalam bekerja juga tak pernah kurang dari yang dijadwalkan. Nirwansyah juga tak pernah melakukan kesalahan selama bertugas.

“Karena prestasinya, bulan depan dia dikirim ke Jepang,” ujarnya.

Nirwansyah akan berangkat bersama 5 orang lainnya dari bagian teknisi dan manajemen. Mereka akan mempelajari sistem kereta api di Jepang sekaligus berlibur di sana.

Sumber | DETIK.COM

Komentar

News Feed