oleh

Ini Target Hari Nusantara 2015 di Aceh

PUNCAK Hari Nusantara 2015 siap digelar di Banda Aceh dan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla. Apa target acara ini? Hari Nusantara 2015 di helat di Aceh. Tahun ini memasuki penyelenggaraan kelima, di mana sebelumnya sukses digelar di Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Puncak acara Hari Nusantara 2015 dihelat di Pelabuhan Perikanan Lampulo, Kota Banda Aceh.

“Di puncak Hari Nusantara akan diperkenalkan kebudayaan Aceh sekaligus wisata baharinya. Inilah keunggulan Aceh yang bisa menarik minat wisatawan untuk datang,” jelas Esthy Reko Astuty, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar kepada Okezone di Sabang, Aceh.

Esthy mengatakan, Hari Nusantara 2015 di Aceh didukung serangkaian kegiatan, seperti Sabang Marine Festival. Di mana di Sabang Marine Festival sendiri juga banyak acara, baik pertunjukan musik dan parade kapal.

“Kemarin ada enam yacht dari negara lain sudah datang. Ada dari Prancis, Kanada, Australia, dan beberapa negara lain. Diharapkan mereka bisa lama tinggal di Sabang, lalu keliling ke daerah lain. Dengan begitu, ini bisa menambah angka kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia,” jelasnya.

Seperti diketahui, Hari Nusantara merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan untuk memperingati Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957. Secara geopolitik dan geoekonomi, peringatan Hari Nusantara memiliki arti penting, karena merupakan proklamasi kesatuan aset kewilayahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, peringatan Hari Nusantara juga menjadi simbol kesatuan wilayah dan kedaulatan laut Nusantara.

Peringatan Hari Nusantara tahun ini mengusung tema ‘Kekayaan Energi dan Sumber Daya Mineral untuk Pembangunan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia Guna Mewujudkan Kejayaan dan Kemakmuran Bangsa’. Karena itu, diharapkan peringatan Hari Nusantara dapat menjadi pendukung program mewujudkan Indonesia sebagai “Poros Maritim Dunia”.

Guna mencapai hal tersebut, diperlukan gerakan pembangunan infrastruktur energi di seluruh pesisir Indonesia. Pembangunan infrastruktur tersebut diprioritaskan pada pengembangan model pembangunan di tujuh lokasi yang terbagi dalam tiga cluster industri maritim, yaitu Wilayah Barat (Aceh Jaya, Kuala Tanjung Barat, dan Pulau Enggano), Wilayah Tengah (Lombok Tengah-NTB dan Kupang-NTT) serta Wilayah Timur (Minahasa Selatan dan Morotai).

SUMBER | OKEZONE.COM

Komentar

News Feed