oleh

Jabat Ketua FPTI Aceh, Muhammad Saleh Bertekad Raih Emas di PON Papua

Banda Aceh-Muhammad Saleh, resmi menjabat sebagai Ketua Umum Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Aceh periode 2017-2021. Prosesi pelantikan berlangsung Selasa, 13 November 2018, di Gelanggang Olahraga (GOR) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, Kuta Alam, Banda Aceh.

Pelantikan dilakukan Ketua Bidang Organisasi FPTI Pusat, Waras Budiman berdasarkan Surat Keputusan (SK) PAW Ketua Umum PP FPTI Nomor 3656/SKP/PP -NAS/Xl/2018. Posisi Ketua Harian dijabat oleh Saiful Azmi, S.Hut dan Sekretaris Umum, Muhammad Faisal serta Bendahara Umum, M. Furqan.

Muhammad Saleh mengatakan, Pengprov FPTI Aceh bertekad untuk dapat meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2019 mendatang. Begitupun, sesuai dengan targat yang diberikan KONI Aceh untuk meraih satu medali emas dari Cabang Olahraga (Cabor) panjat tebing.

“Kita sempat beberapa kali mengikuti PON, sampai PON kemarin di Jawa Barat, muncul di Aceh yang meraih prestasi di level nasional tapi kemudian hijrah ke Jakarta dan Jawa Barat yaitu Amri. Dia sempat mengikuti even di Polandia. Tapi, istrinya Mbak Dita ditugaskan Kemenpora untuk menjadi pelatih panjat tebing Aceh. Insyaallah kita akan meraih emas,” harap Muhammad Saleh.

Menurutnya, olahraga panjat tebing merupakan olahraga dengan tantangan yang sangat berat. Selain harus ditunjang sarana dan prasarana, juga harus mempunyai pelatih dengan yang bersetifikat, dan di Aceh masih sangat kurang.

Muhammad Saleh, resmi menjabat sebagai Ketua Umum Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Aceh periode 2017-2021. (FOTO | IST)

“Alhamdulillah, ada dua sarana panjat tebing dengan standart nasional yang memang masih terawat, di Idi (Aceh Timur) dan di Jantho (Aceh Besar). Disamping itu atas bantuan KONI dan Dispora Aceh, kita sudah mulai bangun di lhong Raya. Semua itu, kita lakukan untuk mendongkrak agar anak-anak kita (atlet FPTI) Aceh dapat mendulang prestasi,” harap Pimred Tabloid MODUS ACEH, dan MODUSACEH.CO, serta Majalah INSPIRATOR.

Selain itu, ia juga mengaku akan membekukan Pengcab FPTI Kabupaten dan Kota, jika sampai 2018 ini belum mempunyai Wall. Dan apabila pengurus di Kabupaten dan Kota tidak punya tempat berlatih, mustahil menghasil atlet yang berprestasi.

“Begitu juga dalam hal mengirim atlet PORA di Aceh Besar. Bagi Pengcab yang belum mempunyai pelatih yang bersetifikat, maka kita suruh cari pelatih yang bersifikat dulu. Kalau tidak, kita di Pengprov tidak akan mengirim atlet mereka ke PORA Aceh Besar,” ungkapnya.

Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar mengucapkan selamat atas pelantikan Pengprov FPTI Aceh periode 217-2021. Dia berharap, pengurus dapat berkerja meningkat prestasi para atlet guna menghadapi PON 2019 Papua, dan PON 2024 yang akan dilaksankan di Aceh.

“Kita mendengar tadi dari ketua umum, FPTI ini baru berusia 10 tahun, namun sudah banyak prestasi yang diraih, khususnya di Aceh. Kita berharap, capaian ini terus dipertahankan dan pada PON akan meraih hasil maksimal, bahkan pada ajang Olimpiade,” harap Sekjen DPA- Partai Aceh itu.

Ketua KONI Aceh, Muzakir Manaf terus berupaya memajukan seluruh Cabor di Aceh. Baru-baru ini, dia bersama pengurus KONI Aceh telah berkunjung ke Korea Selatan, untuk menjejaki kerjasama di bidang pengembangan atlet. Kedepan, atlet –atlet berprestasi di Aceh akan dikirim dan berlatih di Korea Selatan.

Prosesi pelantikan Muhammad Saleh, sebagai Ketua Umum Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Aceh periode 2017-2021. (FOTO | IST)

“Ini kita lakukan demi melahirkan atlet-atlet yang bagus. Semoga, di PON 2024 Aceh, kita masuk dalam 10 besar. Maka, kita semua harus kerja kerja keras. Tidak hanya KONI, tapi semua pihak, termasuk Pemerintah Aceh,” harap Ketua Umum DPA Partai Aceh ini.

Ketua Bidang Organisasi FPTI Pusat, Waras Budiman percaya, dibawah kepemimpinan Muhammad Saleh, Pengprov FPTI Aceh akan banyak melahirkan atlet-atlet yang mampung bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“FPTI sudah berbicara ditingkat dunia, apalagi atlet kita Rajiah Silsabillah mengukir prestasi sebagai juara dunia untuk katagori speed. Mudah-mudahan, Pengprov terus menhasilakan atlet-atlet yang bagus, untuk kita kirim di berbagai kejuaraan dunia,” harap Waras Budiman.

Waras juga sempat mendengar dari Kadispora Papua, jika Cabor Panjat Tebing tidak dipertandingkan di PON Papua. Namun, ia mengharapkan atlet untuk tidak terpengaruh dengan klaim tersebut. Sebab, KONI Pusat yang mempunyai kewenangan dalam mempertandingkan Cabor, belum memutuskan membatalkan pentandingan Cabor Panjat Tebing.

“Untuk kursus pelatih, kita dari FPTI Pusat memang sedang menyelenggarakan pelatihan pelatih level II. Kita minta Pengprov untuk mengirim pelatih sebanyak banyaknya. Kita harpkan, dengan kemapuan pelatih yang telah bersifikat, dapat meningkat kemmapuan atlet dan pada akhirnya dapat meraih prestasi maksimal,” harapnya.

Dalam acara itu, juga diserahkan Surat Keputusan (SK) dukungan Pengprov FPTI Aceh untuk mencalonkan kembali Muzakir Manaf sebagai Ketua KONI Aceh. SK itu diserakah Muhammad Saleh dan diterima langsung Muzakir Manaf dihapan para Pengurus KONI Aceh, Forkopimda dan beberapa Ketua Pengprov Cabor di Aceh.[]

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed