oleh

Ketua Banleg DPR Aceh Pesimis Selesaikan Dua Usulan Qanun

Banda Aceh-Ketua Badan Legislasi (Banleg) Abdullah Saleh mengaku pesimis dua Rancangan Qanun (Raqan) usulan Komisi l dan Komisi ll DPR Aceh bisa selesai tepat waktu.

Sebelumnya, Komisi I dan II DPR Aceh, Jumat (24/5/2019) mengusul raqan inisiatif DPR Aceh jelang akhir masa jabatan anggota DPR Aceh periode 2014-2019 yang tinggal tiga bulan lagi.

Kedua raqan itu adalah, Komisi I mengusulkan Raqan Aceh tentang Perubahan Kedua atas Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012 tentang Lembaga Wali Nanggroe (LWN) dan Komisi II mengusulkan Raqan Aceh tentang Perlindungan Satwa.

Abdullah Saleh beralasan, rasa pesimis itu datang karena DPR Aceh masih memiliki pekerjaan rumah (PR) yang menumpuk yaitu belum selesainya satupun 15 raqan yang masuk dalam program legislasi (prolega) 2019.

Saat bersamaan, masuk lagi dua raqan usulan komisi I dan II jelang berakhirnya masa kerja wakil rakyat itu.

“Tidak usah kita lanjutkan pembahasan qanun ini karena kita takut terbengkalai pada periode kita ini.Sebenarnya, raqan ini harus dimasukan dalam prolega 2019. Dengan waktu yang sangat singkat ini saya melihat tidak mungkin raqan ini bisa diselesaikan,” ungkapnya.

Ketua Komisi I DPR Aceh, Azhari Cage mengatakan usulan raqan tersebut diajukan karena ada beberapa perubahan yang dilakukan dalam Qanun Lembaga Wali Nanggroe (LWN).

Hampir 50 persen terjadi perubahan isi qanun. Seperti menyesuaikan struktural di LWN agar tidak terlalu gemuk tapi semuanya berfungsi.

“Kita tambah deputi dan mempertegas fungsi kepala sekretariat. Intinya qanun ini kita ubah untuk memastikan kepastian hukum mengenai kewenangan wali, khatibul wali, dan sekretariat,” ulas juru bicara Komite Perlahan Aceh (KPA) ini. []

Komentar

News Feed