oleh

Korps BPA Bantah Demo Tolak PT EMM Ditunggangi

Banda Aceh-Korps Barisan Pemuda Aceh (Korps BPA) membantah keras jika aksi yang dilakukan di halaman kantor Gubernur Aceh beberapa hari lalu terkait demo penolakan terhadap PT. EMM dinilai telah di tunggangi.

Salah satunya terkait statement Rektor Unsyiah Banda Aceh, Prof. Samsul Rizal yang mengatakan mahasiswa jangan ditunggangi terkait demo tolak PT. EMM selama tiga hari di depan Kantor Gubernur Aceh.

“Demo yang kami lakukan selama tiga hari itu merupakan rentetan dari demo-demo sebelumnya. Ini murni gerakan mahasiswa dan pemuda Aceh. Jadi, tidak benar apa yang disebutkan Pak Rektor itu,” tegas Koordinator BPA, Mutawalli saat konferensi pers di Banda Aceh, Senin, 15 April 2019.

Menurutnya, aliansi gerakan mahasiswa baik lembaga Internal kampus maupun eksternal kampus. Sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi tersebut ditunjukkan mereka dengan membuat aliansi ini dengan tujuan melakukan advokasi bersama masyarakat dalam penolakan tambang PT EMM seluas 10.000 Ha.

“Sebelum aksi 9, 10 dan 11 April 2019, kami telah melakukan berbagai kegiatan advokasi penolakan, mulai dari kajian, pengumpulan data, diskusi dengan pihak-pihak terkait dan sebagainya. Aksi dalam bentuk mengemukakan pendapat juga sudah beberapa kali kami lakukan baik di kator Gubernur, kantor DPRA maupun tempat lainnya,” kata Mutawalli.

Mutawalli juga meminta komitmen DPR Aceh secara kelembagaan untuk menolak PT EMM disambuti dengan paripurna yang merumuskan beberapa poin, diantaranya meminta Gubernur Aceh membuat Pansus bersama DPRA untuk menuntaskan persoalan PT EMM.

“Terhadap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, kami meminta untuk berdiri bersama rakyat Aceh dengan melakukan upaya secara Pemerintahan dalam penolakan beroperasinya PT EMM di Aceh. Hingga pada 11 April lalu bersedia menyatakan kepada publik bahwa beliau bersama rakyat Aceh sepakat Tolak PT EMM dan akan menindak lanjuti dalam 14 hari selanjutnya,” ungkapnya di dampingi beberapa Korps BPA.

Hingga berita ini diunggah, media ini belum mendapat konfirmasi lebih lanjut dengan Rektor Unsyiah Banda Aceh, Prof. Samsul Rizal, terkait pernyataan Korps BPA. []

Korps BPA Menyatakan Sikap Terkait Demo Tolak PT. EMM di Taman Ratu Safiatuddin, Kota Banda Aceh, Senin (15/4/2019).

Berikut delapan Pernyataan Korps BPA Terkait PT. EMM :

1. Kami Korps BPA akan terus mengawal Pernyataan Plt Gubernur semenjak di tanda tangani 11 April 2019 hingga 14 hari selanjutnya.

2. Kami Korps BPA tidak akan masuk dalam Pansus yang dibentuk oleh Plt Gubernur dan akan terus mengawal komitmen Plt gubernur Untuk memastikan PT EMM angkat kaki dari Aceh, baik secara fisik bangunan maupun secara IZIN harus dicabut oleh pemberi izin.

3. Kami Korps BPA Mengecam ASN yang melakukan ujaran kebencian untuk segera minta Maaf ke publik dengan membuat video permohonan maaf kepada mahasiswa dan aliansi serta tag akun @tolaktambang, atau kami akan mencari dengan cara kami dan menindak lanjuti hingga ke proses hukum.

4. Kami Korps BPA akan melakukan upaya hukum sebagai bentuk pembelaan terhadap KORBAN mahasiswa yang jatuh akibat tindakan represif Oknum melalui advokat Hukum, agar oknum tersebut dapat diproses.

5. Kami Korps BPA mengecam tindak Represif Oknum Aparat dalam menghadapi mahasiswa yang sedang berunjuk rasa. Dan kami minta kepada Bapak KAPOLDA untuk menindak lanjuti oknum tersebut. Bersama kami ada bukti-bukti sebagai pertimbangan.

6. Kami Korps BPA mengecam oknum yang mengatasnamakan aksi untuk kepentingan kelompok, mengaitkan dengan peristiwa politik, serta menyatakan aksi mahasiswa 9, 10, 11 ditunggangi. Kepada semua oknum untuk berhenti melakukan pelabelan terhadap mahasiswa aksi, dan mencabut statement yang mengarah kepada kepentingan politik sesaat.

7. Kami Korps BPA meminta kepada Rektor Unsyiah untuk mencabut Pernyataan bahwa “Aksi mahasiswa ditunggangi”.

8. Kami korps BPA meminta kepada seluruh Rakyat Aceh agar senantiasa mendukung dan memantau perjuangan mahasiswa, karena jika PT EMM masih beroperasi, kita akan melakukan aksi Besar-Besaran bersama seluruh rakyat Aceh.

Demikian Pernyataan kami sampaikan dengan sebenar-benarnya, agar dapat menjadi perhatian bersama. Atas kerja samanya kami ucapkan terimakasih.

Banda Aceh, 15 April 2019.

Korps Barisan Pemuda Aceh

Mutawalli

(Editor | M. Zairin)

Komentar

News Feed