oleh

LPSK Datangi Rumah Keluarga Almarhum Mahyar

Kuala Simpang-Tim Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Jum’at, 2 November 2018, mendatangi rumah keluarga almarhum Mahyar, yang diduga tewas di Polsek Bendahara, Aceh Tamiang beberapa waktu lalu.

Koordinator LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe, Fauzan, S.H, dalam keterangan Pers kepada media ini menyebutkan, kedatangan tim LPSK ke rumah keluarga korban yang turut didampingi pihaknya selaku kuasa hukum keluarga korban untuk menyampaikan upaya pemenuhan hak saksi/korban.

“Sehingga masyarakat berani dan nyaman dalam menyampaikan keterangan terkait adanya suatu tindak pidana penganiayaan berat dan atau penyiksaan,” katanya.

Menurutnya, suatu peristiwa tindak pidana tidak akan terungkap kebenarannya tanpa adanya peranan dari saksi yang berani. Begitupun, lanjut dia, adanya LPSK diharapkan saksi selain menjadi semakin berani dan juga merasakan kenyamanan dalam memberikan keterangan yang sebenar-benarnya.

“Hal ini disampaikan langsung tim LPSK kepada keluarga korban. Tim LPSK telah melihat langsung kondisi rumah almarhum Mahyar dan telah mewawancarai beberapa keluarga korban yang berjalan sekitar tiga jam,” katanya lagi.

Masih kata dia, keluarga korban sangat menyambut baik atas kedatangan tim LPSK tersebut dan sangat berterim kasih karena sudah jauh-jauh datang dari Jakarta.

“Kami selaku kuasa hukum keluarga korban juga sangat berterima kasih kepada tim LPSK, karena telah peduli dengan kondisi keluarga korban dan beberapa saksi terkait dengan kasus meninggalnya almarhum Mahyar,” katanya melanjutkan.

Ia berharap, LPSK untuk dapat melakukan tugas-tugas dan wewenang yang telah diamanatkan dalam Pasal 12A Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban untuk keluarga almarhum Mahyar.

Adapun wewenang LPSK meliputi, meminta keterangan secara lisan dan/atau tertulis dari pemohon dan pihak lain yang terkait dengan permohonan, menelaah keterangan, surat, dan/atau dokumen yang terkait untuk mendapatkan kebenaran atas permohonan.

Meminta salinan atau fotokopi surat dan/atau dokumen terkait yang diperlukan dari instansi manapun untuk memeriksa laporan pemohon sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, meminta informasi perkembangan kasus dari penegak hukum, mengubah identitas terlindung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Mengelola rumah aman, memindahkan atau merelokasi terlindung ke tempat yang lebih aman, melakukan pengamanan dan pengawalan, melakukan pendampingan Saksi dan/atau Korban dalam proses peradilan dan melakukan penilaian ganti rugi dalam pemberian Restitusi dan Kompensasi.

Selain keluarga korban, nanti pihaknya juga akan mengajukan beberapa nama lain yang menjadi saksi dalam kasus meninggalnya almarhum Mahyar ke LPSK.

“Dengan harapan LPSK juga melakukan tugas dan wewenangnya dalam melindungi saksi dalam perkara ini,” harapnya lagi.[]

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed