oleh

Mantan Anak Buah Sebut Program Irwandi Yusuf Tertunda karena Ditangkap KPK

Jakarta-Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Agenda persidangan masih pemeriksaan sejumah saksi.

Salah satu saksi yang dihadirkan yakni, mantan asistensi Gubernur Aceh, Bahtiar Abdullah. Dalam kesaksiannya, Bahtiar membeberkan sejumlah program-program yang pernah dijalankan oleh Irwandi Yusuf ketika menjabat Gubernur Aceh.

“Setelah dia jadi Gubernur itu saya lihat banyak usaha-usahanya itu untuk membantu rakyat Aceh, seperti meningkatkan standar pendidikan, kesehatan, sosial, dengan program-programnya,” kata Bahtiar saat bersaksi untuk Irwandi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019).

Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini menyebut,banyak program Irwandi Yusuf yang tertunda setelah dia ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, tekan Bahtiar, program tersebut menyentuh rakyat.

“Dari situ saya lihat banyak program itu yang telah disusun, tetapi sayang belum sempat terlaksana,” ucap Bahtiar.

Sementara itu, Irwandi mengaku membuat program beasiswa selama dirinya menjabat sebagai gubernur. Dia menyebut, hampir ribuan masyarakat di Aceh mendapat program beasiswa hingga tamat pendidikan.

“Ada 2.600 orang yang saya kirim ke luar negeri, di dalam negeri saya enggak tahu jumlahnya. Kemudian di Aceh kan pascakonflik dan tsunami Aceh banyak anak yatim dari tahun 2008 saya rintis dan 2009 direalisasi dan berikan beasiswa kepada 120 ribu anak yatim, anak SD sampai tamat SMA,” ucap Irwandi.

‎Dalam perkara ini, Irwandi Yusuf didakwa bersama-sama dengan stafnya, Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri menerima suap sebesar Rp1.050.000.000 dari Bupati Bener Meriah Aceh‎, Ahmadi. Uang tersebut diberikan Ahmadi kepada Irwandi dalam tiga kali tahapan.

Menurut Jaksa, uang tersebut sengaja diberikan Ahmadi kepada Irwandi agar mendapatan program kegiatan pembangunan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018.

Irwandi juga didakwa‎ menerima gratifikasi sebesar Rp8.717.505.494 oleh tim Jaksa. Gratifikasi senilai Rp8,7 miliar itu diterima Irwandi Yusuf dalam kurun waktu setahun dari 2017 sampai 2018.

Irwandi mulai menerima gratifikasi pada November 2017 sampai ‎Mei 2018 dari rekening atas nama Muklis di tabungan Bank Mandiri. Total uang yang diberikan Muklis kepada Irwandi dalam kurun waktu enam bulan sebesar Rp4,4 miliar.

Kemudian, Irwandi juga menerima uang melalui Fenny Steffy ‎Burase sebesar Rp568 juta sejak Oktober 2017 hingga Januari 2018. Uang sebesar Rp568 juta tersebut diterima Steffy dari Teuku Fadhilatul Amri atas perintah orang kepercayaannya Irwandi, Teuku Saiful Bahri.[]

(Sumber | OKEZONE.COM)

Komentar

News Feed