oleh

Mantan Bupati Simeulue Huni Rutan Kajhu

Banda Aceh-Usai melakukan pemeriksaan marathon, Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh resmi melakukan penahanan terhadap Mantan Bupati Simeulue, Darmili, Senin (29/7/2019).

Mantan Bupati Simelue dua periode (2002-2007 dan 2007-2012) itu ditahan selama 20 hari kedepan, setelah menyandang status tersangaka, terkait dugaan korupsi dalam penyertaan modal pada perusahaan daerah kelapa sawit (PDKS) di Kabupaten Simeulue, tahun 2002-2012.

“Darmili akan ditahan sebagai tahanan di tahap penyidikan selama 20 hari ke depan di Rutan Kajhu, Aceh Besar,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Aceh, T Rahmatsyah usai melakukan pemeriksaan Darmili di Kantor Kejati Aceh, Bathoh, Banda Aceh, Senin siang.

Sebelumnya, Darmili diduga terlibat dalam korupsi pada penyertaan modal pada perusahaan daerah kelapa sawit di Kabupaten Simeulue tahun 2002-2012.

Dalam kasus ini, negara mengalami kerugaian sebesar Rp51 miliar dari jumlah penyertaan modal Rp227 miliar, sumber APBK Simeulue ketika ia menjabat sebagai kepala daerah.

Beberapa waktu lalu, aset-aset milik Darmili seperti rumah dan mobil telah disita oleh jaksa. Karena Darmili tercatat sebagai anggota DPRK Simeulue, dia baru bisa ditahan usai pihak kejaksaan mendapat izin dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansya. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed