oleh

Masyarakat Diajak Peduli Kelestarian Lingkungan

nova-iriansyah
Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersalaman dengan para anggota anggota drum band gita handayani usai Upacara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Halaman Kantor Gubernur, Banda Aceh, Senin 23 Juli 2017. FOTO | IST

Banda Aceh-Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengajak seluruh masyrakat Aceh peduli terhadap kelestarian lingkungan dengan memperlakukan alam secara proporsional dan tidak hanya mengeruk keuntungan dari alam tapi juga harus memberikan perlindungaan kepada alam demi keseimbangan ekosistem yang ada di bumi.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah pada upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-dunia di halaman kantor Gubernur Aceh, Senin, 24 Juli 2017. “Kita harus menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momentum untuk menggugah kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan,” kata Nova.

Badan lingkungan Hidup Dunia kata Nova telah mengangkat tema ‘Connecting People to Nature’ atau Menyatukan Manusia dengan Alam pada Peringatan Hari Lingkungan Sedunia tahun ini.

Tema tersebut kata Nova merupakan ajakan kepada seluruh masyarakat dunia untuk menghargai alam, memahami pentingnya keselarasan antara manusia dan alam, serta mendorong masyarakat untuk hidup seleras dengan kondisi alam.

Nova menjelaskan, membangun hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam bukanlah menjadikan alam sebagai objek untuk mendapatkan keuntungan ekonomi semata, tapi menciptakan relasi yang indah, sehingga alam tetap terjaga, dan kehidupan manusia semakin nyaman.

Tidak dipungkiri kata Nova, potensi alam memang memberikan keuntungan bagi manusia, tapi peng.”Pengelolaan alam harus menggunakan cara-cara modern, dengan menerapkan pendekatan sustainabilitas atau keberlanjutan agar alam tetap lestari, ekosistem terjaga, dan kehidupan manusia akan lebih nyaman,” katanya.

Untuk menjaga kelestarian alam lanjut Nova, beberapa langkah konkrit yang dapat dilakukan bersama, antara lain, menjaga siklus air, mengendalikan pencemaran udara, pemanfaatan panas bumi, serta mengelola keindahan alam untuk obyek wisata.

“Langkah sederhana inipun tidak mudah dilakukan oleh masyarakat kita. Yang terjadi, justru potensi alam terus dieksploitasi sehingga terjadi kerusakan di sana sini, akibatnya, sumber air menjadi terganggu, ekosistem menjadi rusak, lingkungan menjadi kotor, ruang hijau menjadi berkurang, hingga akhirnya bencana pun datang silih berganti,” ujarnya.

Nova mengatakan, Pemerintah Aceh tetap memutuskan untuk untuk menjadikan program pelestarian lingkungan sebagai salah satu program prioritas ke depan.

“Fungsi-fungsi alam akan kita kembalikan pada kondisi semula dengan menerapkan program tetap tata kelola hutan yang ideal. Begitupun dengan sungai-sungai, harus kita pulihkan dari pencemaran dan kerusakan,” kata Wagub Aceh ini.[]

Komentar

News Feed