oleh

Melihat Budidaya Tiram di Gampong Alue Naga

Banda Aceh-Alue Naga, siapa yang tidak mengenal gampong yang pernah disapu bencana dahsyat Tsunami pada 26 Desember 2004 lalu. Kondisi pun berubah, warga sekitar memanfaatkan budidaya tiram sebagai lahan perekonomian disana.

Memang, edisi Sabtu, 3 November 2018, cuaca tidak begitu cerah bahkan dilanda gerimis, petir. Namun, aktivitas petani tiram di gampong Alue Naga, tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Ditambah lagi, kedatangan Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, untuk melihat hasil panen tiram petani di gampong Alue Naga.

Saat tiba disana, Aminullah disambut Keuchik Alue Naga, Faisal M Dan dan masyarakat setempat.

Rombongan berjalan kaki menuju lokasi budidaya tiram milik kelompok perempuan yang juga binaan Natural Aceh ini.

Disini, Walikota, Keuchik Alue Naga, mewakili Danpos Ramil Syiah Kuala, Serka Zulfikar dan sejumlah pejabat jajaran Pemko Banda Aceh ikut memanen tiram. Ini merupakan panen perdana tiram cara modern milik kelompok perempuan di gampong tersebut.

Cara budidayanya sudah lebih modern. Wadah yang digunakan berupa rak dan rakit. Ukuran rak yang digunakan berukuran panjang 5 meter dan lebar 2 meter. Rak dapat dibuat dari kayu atau bambu diatas kerangka luasnya 10 meter persegi yang kemudian dibagi-bagi menjadi kotak-kotak kecil sebanyak 20 kotak.

Namun budidaya modern seperti ini belum digunakan oleh semua petani tiram di Alue Naga, masih ada sejumlah petani tiram yang masih mencari tiram dengan cara tradisional.

Walikota menginginkan seluruh petani tiram di Aue Naga melakukan budidaya tiram dengan tekhnologi modern. Karena cara ini bisa meningkatkan hasil panen.

“Sudah saatnya petani tiram di Alue Naga meninggalkan cara tradisional dan beralih ke cara yang lebih modern. Nanti ibu-ibu tidak perlu menyelam lama-lama di air, seperti petani tiram di Jepang,” kata Aminullah.

Katanya, untuk beralih ke cara budidaya modern, Pemerintah Kota akan memberikan dukungan untuk para petani tiram di Alue Naga. Pemko akan membangun infrastruktur pendukung, seperti jalan dan ke lokasi akan dibangun.

“Tolong Pak Keuchik buatkan proposal untuk jalan, aksesnya bisa langsung ke lokasi dengan jalan aspal. dermaga kecil juga. Kemudian dicatat juga berapa orang jumlah petani tiram di Alue Naga, agar bisa kita anggarkan di APBK,” pinta Aminullah.

Aminullah sendiri sangat senang melihat kesungguhan para petani tiram di Alue Naga. Dirinya bahkan mengapresiasi para petani tiram ini dan memastikan akan terus mendorong untuk lebih berkembang.

“Saya senang melihat kesungguhan para petani tiram di Alue Naga ini. Semoga bisa menjadi contoh bagi petani tiram di gampong yang lain,” tambah Aminullah.

Menurutnya, tiram memiliki potensi bagus dalam meningkatkan ekonomi warga Alue Naga. Jika budidayanya dilakukan dengan cara yang modern, maka akan mampu memberikan kesejahteraan karena hasil panen lebih banyak.

Dalam kesempatan ini, Aminullah juga mengapresiasi kreatifitas petani tiram Alue Naga. Hasil panen tiram mereka diolah menjadi berbagai produk makanan. Ada nugget, kerupuk dan pepes yang semuanya berbahan baku tiram.

Ia juga berkesempatan mencicipi kuliner dari tiram ini. Bahkan Wali Kota juga membeli beberapa bungkus untuk dibawa pulang ke rumah.

Keuchik Faisal M Dan mengatakan, ada sekitar 15 kelompok petani tiram yang terdapat di gampong Alue Naga. Setiap kelompoknya terdiri dari 10 sampai 12 orang anggota.

“Semuanya perempuan. Profesi ini telah dijalani turun temurun,” ungkapnya.

Atas dukungan yang disampaikan Walikota, Keuchik Faisal menyampaikan terimakasih. Dengan dukungan dari Pemko, dirinya optimis para petani tiram di gampongnya akan lebih berdaya dan meningkat kesejahteraannya.[]

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed