oleh

Menembus Batas Demi “Aceh Carong”

“Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd melakukan sidak ke berbagai sekolah di kawasan terpencil hingga pulau terluar di Aceh. Tekatnya, mewujudkan pemerataan pendidikan diseluruh Aceh demi Aceh Carong”

PENAPOST.COM-Setelah menempuh perjalanan laut selama tiga jam, Kepala Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd., M.Pd dan rombongan sampai dengan selamat di Pulau Haloban, Aceh Singkil, Provinsi Aceh beberapa waktu lalu.

Siang itu, eidisi Kamis, 7 Maret 2019, matahari terus memancarkan terik sinarnya. Namun, tak menghalangi tekat Syaridin, S.Pd, M.Pd mengarungi ombak laut lepas menuju dan melihat langsung kondisi proses melajar mengajar hingga fisik gedung Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pulau Banyak Barat.

Memang, kedangan orang nomor satu di Dinas Pendidikan Aceh ini sengaja tak diberitahukan, sehingga baik guru hingga Kepala SMAN 1 Pulau Banyak Barat, Ihsan S.Pd merasa terkejut dan spontan menyambut Syaridin.

“Saya benar-benar tak menyangka yang datang siang itu adalah Pak Syaridin (Kepala Dinas Pendidikan Aceh-Red),” sapa Ihsan menyambut kedatangan Syaridin saat itu.

Ihsan mengaku kaget dengan kedatangan Syaridin, karena dalam sejarahnya, belum pernah Kepala Disdik Aceh melakukan kunjungan kesana. Menurutnya, itu bisa dimaklumi, karena untuk menuju kesana hanya dilayani dengan perahu kecil milik para nelayan local dengan tarif Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu.

Setelah berbincang ringan beberapa saat, Ihsan mengajak Syaridin melihat kondisi ruangan belajar satu per satu hingga ruang guru. Namun, dia memilih masuk keruangan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang telah dipenuhi 20 unit komputer yang tersusun rapi di atas meja.

Ihsan menagatakan, sebanyak 23 siswa dan siswi yang dijadwalkan akan mengikuti UNBK di SMAN 1 Pulau Banyak Barat ini. Perangkat yang sama juga digunakan oleh peserta UNBK dari SMPN 2 Pulau Banyak Barat.

“Saya berharap tak ada kendala apapun saat ujian nanti,” harap Syaridin.

Ihsan menceritakan, sekolah SMAN 1 Pulau Banyak Barat ini berdiri sejak 2013 dan telah memiliki sebanyak 98 siswa. Sekolah ini hanya memiliki lima unit ruang belajar.

“Mohon ini semua dijaga, jika sekolah nyaman, kita belajar pun menjadi menyenangkan. Saya titip kan sekolah ini sama bapak,” harap Syaridin.

Selain itu, Syaridin juga melakukan dialog langsung dengan guru-guru guna menyaring aspirasi mereka. Dia juga membagikan pengalamannya saat menjadi guru teladan dan kepala sekolah untuk memotivasi guru-guru.

“Kami senang dan bangga sekali Pak Kadis bisa datang kesekolah kami ini,” ucap salah seorang guru, sambil mengambil telepon cerdas dari kantong bajunya dan mengabadikan kedatangan Syaridin di tengah-tengah mereka.

Selanjutnya, Syaridin beranjak menuju dermaga dan kembali menaiki boat nelayan untuk mengunjungi SMAN 1 Pulau Banyak yang terletak di Pulau Balai dengan waktu perjalanan hingga 1,5 jam.

Di dalam perjalanan, Syaridin berujar, “lon hanjeut meulangue, tapi lon hanayoe. Lon jak kalon mandum sikula yang naa di sino.” Katanya dalam bahasa Aceh.

Setiba di Pulau Balai, Syaridin lebih dulu menunaikan salat Ashar. Di sini, dia dijemput Rusli, S.Pd, Kepala Sekolah SMAN 1 Pulau Banyak, menngunakan sepeda motor.

Begitu sampai, Syaridin langsung memeriksa ruangan kelas setelah menyalami satuper satu guru yang sejak siang telah menunggu kehadirannya.
Sama seperti di sekolah sebelumnya, Syaridin memastikan perangkat komputer di sekolah itu siap membantu para pelajar tingka takhir SMAN 1 Pulau Banyak menjalankan UNBK.

Sekolah ini juga memiliki server sendiri yang siap membantu pelajar tingkat akhir Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk menjalani UNBK.
Tak hanya ruang belajar, Syaridin juga menginspeksi kamar mandi dan asrama putra-putri di sekolah itu.

Pemandangan yang sama juga terlihat di rumah dinas guru yang kosong. Bangunan ini malah ditumbuhi pohon liar dan rusak akibat kurang perawatan. Bahkan di depan pintu masuk sekolah sampah menumpuk.

Dihadapan para guru, Syaridin mengaku telah memiliki target untuk menyamakan kualitas pendidikan di daerah sama dengan pendidikan di perkotaan.

“Karena itu saya berharap para guru mau ambil bagian dalam keinginan ini,” harapnya.***

Komentar

News Feed