oleh

Minat Kaum Muda Jadi Kader Partai Aceh Tinggi

Banda Aceh-Diluar dugaan, minat anak muda Aceh (usia 18-30) tahun untuk menjadi kader Partai Aceh (PA) membludak dan tinggi. Itu dibuktikan dengan besarnya animo mereka, mendaftarkan diri sebagai peserta Latihan Kader Dasar (LKD) partai lokal ini.

Bayangkan, dari jatah 80 peserta yang dibuka, justeru yang mendaftar mencapai 950 peserta. Umumnya dari mahasiswa dan pemuda. Mereka berasal dari seluruh Aceh dan mayoritas dari Kota Banda Aceh.

Begitupun, panitia pelaksana mengaku tetap akan menampung semua peserta yang mendaftar. Hanya saja, akan dibagi dalam beberapa angkatan pelatihan berikutnya.

Kenyataan ini membuat Dewan Pimpinan Pusat (DPA) Partai Aceh (PA) sempat heran, sekaligus bangga.

“Alhamdulillah, ternyata Partai Aceh masih diminati dan ada di hati kaum muda atau millenial Aceh,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Aceh, H. Kamaruddin Abubakar atau akrab disapa Abu Razak, didampinggi Juru Bicara Partai Aceh, H. Muhammad Saleh dan Ketua Panitia Pelaksana Samsul Bahri atau akrab disapa Ayi Sarjev, Kamis (22/8/2019) petang di Banda Aceh.

Menurut Abu Razak, pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari (24-26 Agustus 2019) di Banda Aceh, mengunakan metode presentasi, tanya jawab serta permainan.

“Berbagai materi dan sejumlah narasumber telah disusun. Misal, tentang sejarah, visi, misi dan platfrom perjuangan Partai Aceh,” jelas dia.

Pelatihan ini merupakan yang pertama dilakukan dalam proses rekrutmen kader muda Partai Aceh. Karena itu, melihat besarnya minat peserta, pihaknya berencana akan melakukan pelatihan serupa untuk beberapa angkatan.

“Kami tak akan mengecewakan anak-anak muda Aceh yang dengan kesadaran sendiri untuk bergabung dengan PA. Karena itu, kita akan lakukan secara berkesinambungan dengan melaksanakan beberapa angkatan berikutnya,” ungkap Abu Razak.

Abu Razak menjelaskan, pelaksanaan pelatihan kader muda ini, merupakan bagian dari transformasi Partai Aceh dalam mensikapi perkembangan politik di Aceh. Khususnya sebagai partai politik terbuka.

“Ini bagian dari proses kaderisasi yang kami nilai sebagai bagian tak terpisahkan dari penguatan partai di masa depan,” ulas Abu Razak.

Sementara itu, Juru Bicara Partai Aceh H. Muhammad Saleh menjelaskan. Sebagai parlok yang lahir dari rahim MoU Helsinki dan UUPA. Partai Aceh selalu berikhtiar untuk tetap dan selalu bersama rakyat Aceh.

Karena itu, proses kaderisasi  menjadi keniscayaan dalam penguatan kader PA  di masa datang, khususnya dalam menjawab berbagai tantangan dan peluang, sosial, budaya, ekonomi dan politik Aceh.

Itu sebabnya, Partai Aceh akan melakukan berbagai komunikasi dan relasi politik dengan berbagai elemen rakyat Aceh. Mulai dari lintas partai politik lokal dan nasional, jajaran perguruan tinggi negeri dan swasta di Aceh, aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) hingga media pers.

“Insya Allah, kami akan melaksanakan diskusi bulanan dengan mengundang berbagai tokoh dan pakar dari lintas ilmu pengetahuan. Tujuannya, sama-sama memikirkan konsep pembangunan, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Aceh. Khususnya merawat perdamaian yang kini sudah terwujud. Berbagai gagasan, konsep dan ide akan kami selaraskan dengan politisi PA yang ada di DPR Aceh maupun kabupaten dan kota,” kata H. Muhammad Saleh atau akrab disapa Shaleh ini. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed