oleh

Objek Wisata Berperan Penting Menunjang Perekonomian Masyarakat

Banda Aceh-Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banda Aceh, Bahagia, menyampaikan bahwa objek wisata mempunyai peranan penting dalam menunjang perekonomian masyarakat.

“Sehingga, dengan menjaga kelestariannya, diharapkan juga akan mampu mencegah menguapnya identitas sejarah kota ini dalam perjalanan modernisasi,” ujar Sekdako Banda Aceh, Bahagia.

Hal itu disampaikan Sekda saat membuka seminar pengembangan pariwisata Aceh yang berlangsung di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Sabtu, 8 Desember 2018, di Jalan Cut Mutia, Banda Aceh.

Itu sebabnya, dalam kesempatan tersebut ia mengimbau segenap elemen kota termasuk masyarakat untuk ikut serta dalam upaya pelestarian objek wisata bersejarah yang banyak terdapat di Banda Aceh.

Masih kata Sekda, di usia yang sudah 813 tahun, kota Banda Aceh memiliki banyak bangunan bersejarah. “Mulai dari Masjid Raya Baiturrahman, gedung Bank Indonesia yang sudah berusia 100 tahun, water toren yang didirikan pada tahun 1880, makam-makam Raja Aceh hingga Taman Putroe Phnag, Gunongan, dan masih banyak lagi.

“Kekayaan sejarah inilah yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Banda Aceh, sehingga potensi pendapatan daerah dari sektor pariwisata sangatlah besar,” katanya lagi.

Ia juga menyampaikan, sektor pariwisata memiliki peran yang strategis dalam mensejahterakan perekonomian rakyat, dan pariwisata juga dinilai mampu menumbuhkan ekonomi kreatif.

“Untuk itu, Pemko Banda Aceh menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor andalannya saat ini. Promosi, pembenahan dan pembangunan sarana dan prasarananya terus kita lakukan. Baru-baru ini, Banda Aceh juga telah dinobatkan sebagai pesona wisata halal terpopuler oleh Kementerian Pariwisata,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, pihaknya mengajak semua pihak untuk ikut andil dalam memajukan sektor pariwisata Banda Aceh hingga ke mancanegara.[]

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed