oleh

“Pak Polisi Jangan Tutupi Kasus Ini”

Banda Aceh-Belasan mahasiswa yang mengatasnamakan diri dari Mahasiswa Peduli Aceh Jaya (MPAJ), menggelar aksi di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Rabu, 8 Agustus 2019.

Aksi tersebut terkait dengan dugaan amoral yang di sinyalir menyeret salah seorang oknum pejabat di Kabupaten Aceh Jaya, berinisial I terhadap N, salah seorang mahasiswi.

Koordinator Lapangan (Korlap), Yulinal Zahri dalam orasinya mengungkapkan. bahwa kasus tersebut telah mencoreng nama baik daerah mereka. Itu sebabnya ia meminta pihak kepolisian untuk tidak menutupi kasus ini.

Dalam aksi tersebut massa juga membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan “Pak polisi jangan tutupi kasus ini, kami geram dengan koleksi-koleksi video porno yang dibuat sendiri,”. Sebahagian pendemo juga menutupi wajah mereka dengan poster pejabat di sana.

Kasus tersebut dinilai telah meresahkan masyarakat Aceh Jaya, secara khusus.

Mahasiswa Peduli Aceh Jaya (MPAJ) meminta Kapolda Aceh agar mengusut kasus ini hingga tuntas, tidak ada yang ditutup-tutupi dan transparan.

Mahasiswa Peduli Aceh Jaya (MPAJ) sependapat dengan DPRK Aceh Jaya untuk membuat pansus terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pejabat tersebut.

Mahasiswa Peduli Aceh Jaya (MPAJ) mengutuk perbuatan asusila tersebut sehingga dapat mencoreng nama baik Aceh Jaya di mata publik.

Mahasiswa Peduli Aceh Jaya (MPAJ) mengharapkan dukungan semua pihak untuk sama-sama mengawal kasus ini hingga selesai.

Mahasiswa Peduli Aceh Jaya (MPAJ) mengajak lembaga-lembaga dan seluruh stekholder Aceh Jaya agar tidak menutup diri terhadap kasus asusila ini demi menjaga marwah Aceh Jaya.

Mahasiswa Peduli Aceh Jaya (MPAJ) meminta kepada pejabat tersebut agar mundur secara terhormat.

Usai menyampaikan orasinya mahasiswa secara tertib membubarkan diri.

Sebelumnya, seorang mahasiswi berinisial N (21), melaporkan oknum pejabat di Aceh Jaya berinisial I (51), ke Polda Aceh atas kasus dugaan pelecehan seksual.

Pengaduan tersebut telah dilaporkan pada 15 Juli 2019 dengan Nomor Pengaduan: Reg/138/VII/RES.2.5/2019/Subdit II Tipid PPUC/Ditreskrimsus.

Kuasa Hukum N, Safaruddin SH mengatakan, dari pengakuan N kejadian pelecehan itu terjadi pada Agustus 2018.

Saat itu, N, diajak jalan-jalan oleh pejabat itu dengan mobil pribadinya ke Bandara di AcehBesar.

Sesampai di parkiran bandara terbesar di Aceh itu, pejabat tersebut melakukan hal amoral dengan cara meminta korban melakukan sesuatu yang tidak pantas.

Tapi, hal itu tidak sempat terjadi karena datang petugas bandara yang sedang patroli.[]

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed