oleh

PDAM Tirta Daroy, Perusahaan Plat Merah Nihil PAD

Banda Aceh-Menyandang status perusahaan plat merah, tak menjamin Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy Banda Aceh, menyetor sebahagian keuntungannyan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk daerah tersebut.

Lihat saja, sejak Januari 2019 lalu, perusahaan yang dinahkodai oleh T. Novizal Aiyub, tak pernah masuk dalam daftar Perusaaan Daerah yang berkomitmen menyetor sebahagian keuntungan untuk PAD Kota Banda Aceh.

Begitupun, kondisi itu akan berulang kembali pada 2020 mendatang. Dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Banda Aceh tahun 2020 yang diserahkan kepada DPRK, PDAM Tirta Daroy, satu-satunya Perusaan Daerah (PD) dilingkungan Pemko Banda Aceh yang nihil setoran.

“Inikan aneh bin ajaib, Perusaan Daerah yang dikelola secara bisnis to bisnis sudah dua tahun tidak setor PAD. Sementara, disisi lain, Dinas Pemadam Kebaran Kota Banda Aceh, yang minim pendapatan berkomitmen menyetor PAD hingga Rp. 500 juta untuk tahun 2020 mendatang,” ungkap Anggota DPRK Banda Aceh, Zulfikar Abdullah, ST di Banda Aceh, Selasa (30/7/2019).

Menurut Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, seharusnya PDAM Tirta Daroy dapat memberikan kontribusi bagi PAD Kota Banda Aceh.

Apalagi, seluruh kebutuhan teknis PDAM sudah dipenuhi oleh dinas-dinas terkait.
Misal, untuk pengadaan saluran pipa dan peralatan lainnya dibiayai melalui DIPA Dinas PU Kota Banda Aceh.

Bahkan, saat bendungan atau bak penampung air rusak, diperbaiki menggunakan dana dari Balai Sungai Kementian PUPR.

Selain itu, kata Zulfikar, PDAM Tirta Daroy juga telah melakukan penyesuaian tarif baru. Manajemen berdalih untuk menambah pemasukan, dan berjanji akan memberikan kontribusi untuk PAD Kota Banda Aceh.

Kenyataannya, dalam dua tahun terakhir, tidak sepeserpun dana yang diberikan PDAM untuk PAD Kota Banda Aceh.

Sementara Manajemen PDAM terlihat sumringah dalam mensuport dan memberikan pendanaan dana untuk berbagai kegiatan olahraga.

“Tentu tidak masalah, sepanjang kegiatan yang disuport PDAM memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pemerintah dan swasta untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. Namun, harus juga berpikir untuk memberikan kontribusi bagi PAD Kota Banda Aceh sebagai pemilik modal,” harap Zulfikar.

Itu sebabnya, ia menyayangkan sikap Manajemen PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh, yang terkesan cuek dengan minimnya kontribusi PDAM terhadap Pemko Banda Aceh, selaku otoritas pemegang saham.

Dirinya berharap, Walikota Banda Aceh memiliki kebijakan khusus guna mendorong Manajemen PDAM Tirta Daroy, berkerja lebih baik agar memberikan manfaat bagi pembangunan Kota Banda Aceh kedepan. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed