oleh

Pegawai Kontrak Dishub Aceh Diciduk Saat Sedang Nyabu

Banda Aceh-Dua pegawai kontrak di Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh bersama dua rekannya terpaksa harus berurusan dengan aparat Kepolisian Polresta Banda Aceh, setelah di duga kedapatan melakukan pesta sabu.

Mereka diciduk personel Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh, di sebuah rumah yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Gampong Geuceu Meunara, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Rabu, 14 November 2018 sore sekira pukul 16.00 WIB.

Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa 20 paket kecil sabu seberat lebih kurang 5,28 gram, sebuah alat isap sabu yang terbuat dari botol air mineral, sebuah korek api, serta sebuah jarum dan sebuah potongan pipet.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Resnarkoba, AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, keempat orang yang ditangkap masing-masing TIP (25), Swasta, warga Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh dan MA (25), Mahasiswa, warga Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

“Dua lagi adalah pegawai kontrak di Dishub Aceh yakni MSR (27), warga Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar dan SM (35), warga Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Tersangka TIP selaku bandar sementara tiga lainnya pengguna,” ujarnya Kamis, 15 November 2018.

Ia menyebutkan, penangkapan ini dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat tentang adanya sejumlah orang yang tengah berpesta sabu di sebuah rumah. Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung menuju ke lokasi dan melakukan penggerebekan.

“Keempat tersangka selaku pengguna sabu ini kita tangkap saat tengah pesta sabu sore kemarin. Dari pengakuan MA, MSR dan SM, satu paket sabu yang digunakan untuk berpesta itu dibeli dari TIP seharga Rp 200 ribu. Sebanyak 20 paket kecil sabu seberat 5,28 gram kita amankan dari TIP yang baru saja menjual satu paket ke tiga pengguna ini,” sebutnya.

Dari pengakuan mereka, kata dia, barang tersebut diperoleh dari Tuan Takur (nama panggilan) yang dibeli seharga Rp.4 juta. Tersangka itu juga masih dalam pencarian polisi.

Keempat tersangka dan barang bukti saat ini masih diamankan di Mapolresta Banda Aceh untuk diproses lebih lanjut. “Bandar dijerat Pasal 114 dan pengguna dijerat Pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” katanya menambahkan.[]

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed