oleh

Pelaku Usaha Jasa Transportasi Diminta Tidak Rebutan Lagi Penumpang

Banda Aceh-Kini, Banda Aceh sudah memiliki Counter transportasi lokal. Untuk itu, pelaku usaha jasa transportasi di sana seperti ojek, becak, maupun taksi diharapkan dapat berjalan lebih tertib dan teratur. “Jangan rebut-rebutan penumpang lagi, karena sudah ada kesepakatan bersama. Dengan begitu, semuanya bisa memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan penumpang, sehingga usahanya juga bisa maju bersama,” ujar Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman.
Hal itu disampaikan Walikota saat meresmikan counter bersama transportasi lokal yang beroperasi Pelabuhan Penyeberangan Banda Aceh-Sabang, Ulee Lheue, Kamis, 29 November 2018.
Ia juga mengharapkan agar para pelaku ushaha jasa transportasi lokal untuk mengutamakan keamanan dan kenyamanan penumpang atau wisatawan.
“Berikan pelayanan terbaik kepada setiap tamu yang datang. Soal tarif tetapkan ongkos sewajarnya dan sesuai dengan kesepakatan bersama. Kebersihan mobil, becak, dan yang digunakan juga perlu diperhatikan. Termasuk ikut menjaga kebersihan area pelabuhan ini agar wisatawan membawa kesan yang baik mengenai kota kita,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya sedang giat-giatnya mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Banda Aceh. “Sektor wisata habis-habisan kita promosikan, dan salah satu hasilnya berupa penghargaan pesona wisata halal terpopuler di Indonesia dari Kemenpar.”
“Dan yang paling penting, yang diuntungkan adalah masyarakat jika semakin banyak wisatawan yang datang.  Perekonomian kota meningkat, pengangguran dan kemiskinan turun, dan muaranya adalah kesejahteraan masyarakat,” tambahnya lagi.
Ketua Umum Transportasi Lokal Pelabuhan Ulee Lheue Yayan menyampaikan, selain menjadi driver, pihaknya juga sekaligus menjadi pemandu wisata bagi para penumpang yang menggunakan jasa tranportasi mereka.
“Kami kerap memberikan layanan city tour di Banda Aceh kepada para wisatawan baik sebelum berangkat ke Sabang maupun sebaliknya. Untuk itu, kami mohon kepada Pak Wali agar diberikan kemudahan-kemudahan dalam menjalankan usaha,” kata Yayan.
Pihaknya, kata Yayan, juga komit dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Pelabuhan Ulee Lheue, tak terkecuali  aktivitas calo yang merugikan penumpang. “Kami siap mendukung setiap program Pemko Banda Aceh dalam memajukan sektor pariwisata dalam bingkai syariah,” katanya.[]
(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed