oleh

Pemudik di Sumbar Mulai Pilih Jalur Alternatif

Padang-Pemudik di Sumatra Barat (Sumbar) mulai memilih jalur-jalur alternatif untuk menuju kampung halaman. Marlina (25 tahun) misalnya, lebih memilih jalur alternatif melalui kawasan Malalak menuju Bukittinggi dan Agam.

Alasannya, Pasar Lubuk Alung yang berada di jalur utama Kota Padang menuju Bukittinggi mulai terjadi kepadatan volume lalu lintas.

“Macet di Lubuk Alung sama Pasar Sicincin. Saya belok lewat Malalak ke Bukittinggi. Dan lancar-lancar saja lewat sana,” jelas Marlina, Ahad (10/6).

Menurutnya, kondisi Pasar Lubuk Alung yang ramai pembeli membuat kendaraan roda 4 harus rela memperlambat lajunya. Bahkan antrean kendaraan yang terjadi di titik ini mencapai 500 meter. Meski ada antrean, arus lalu lintas tetap mengalir meski tersendat.

“Kalau lewat Malalak ini memang relatif sepi. Biasanya baru H-3 Lebaran baru ramai pemudik yang juga menghindari Lubuk Alung atau Koto Baru,” kata Marlina.

Memasuki H-5 Lebaran 1439 H pada Ahad (10/6) ini memang kepadatan arus kendaraan terlihat di Kota Padang. Di sejumlah jalan utama, khususnya yang ada pusat perbelanjaan, arus kendaraan mulai terhambat.

Kondisi ini diprediksi terjadi sampai H-3 Lebaran pada Selasa (12/6) nanti di mana sebagian warga pendatang di Kota Padang mulai melakukan perjalanan mudik ke kabupaten/kota di Sumbar.

Kedatangan pemudik di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) juga mengalami peningkatan. Catatan PT Angkasa Pura II (persero) Cabang BIM, jumlah penumpang yang tiba hingga H-6 Lebaran kemarin sebanyak 8.430 orang, jauh di atas catatan kedatangan pada periode yang sama pada Lebaran 2017 lalu sebanyak 6.406 orang.

Humas PT Angkasa Pura II BIM Fendrick Sondra menyebutkan, secara menyeluruh terjadi peningkatan 25,08 persen terhadap pergerakan penumpang di BIM pada musim Lebaran 2018 kali ini, dibanding tahun lalu.

Meski begitu, jumlah penerbangan tambahan pada arus mudik kali ini sebetulnya lebih sedikit dibanding periode tahun lalu. Total penerbangan tambahan pada arus mudik Lebaran 2018 sebanyak 8 jadwal per hari, sementara tahun lalu mencapai 11 jadwal.[]

(Sumber | REPUBLIKA.CO.ID)

Komentar

News Feed