oleh

Pentingnya Intervensi Terpadu Penanganan Malnutrisi dan Stunting

Kota Sabang-Wali Kota Sabang, Nazaruddin, menegaskan betapa pentingnya intervensi terpadu penanganan malnutrisi dan stunting di Kota yang di pimpinya itu.

Hal itu disampaikan Wali Kota di hadapan perwakilan instansi pemerintahan, organisasi masyarakat sipil dan masyarakat, dan UNICEF Aceh, saat launching dan orientasi GEUNASEH, Senin, 8 April 2019, di aula Balai Kota setempat.

“Salah satu upaya penanganannya yaitu melalui Gerakan Untuk Anak Sehat Sabang atau disingkat GEUNASEH Sabang. Program ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Sabang yang didukung oleh UNICEF Aceh, dan Flower Aceh sebagai mitra pelaksana,” ujarnya.

Dikatakan dia, penanganan malnutrisi dan stunting di Kota Sabang harus ditangani secara terintegrasi agar tidak menyebabkan berbagai masalah lanjutan terkait gizi, dan berdampak pada ancaman loss generasi sehat di kota Sabang.

“Untuk penangan tersebut, kita luncurkan program bantuan tunai yang dinamakan Gerakan untuk Anak Sehat Sabang atau disingkat GEUNASEH Sabang. Program ini merupkan salah satu layanan Pemerintah Sabang untuk penanganan malnutrisi dan stunting, tujuannya meningkatkan cakupan nutrisi dan akses terhadap layanan kesehatan bagi seluruh anak Sabang usia 0-6 tahun dan ibu menyusui melalui pemberian bantuan transfer tunai,” kata Nazaruddin.

Dengan bantuan ini, ia berharap dapat memberikan income security bagi keluarga yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar anak. Dalam pelaksanaan program ini didukung pula oleh UNICEF Aceh.

Menurutnya, program ini sebagai respon cepat terhadap tingginya jumlah kasus malnutrisi dan stunting di Sabang. Seperti yang diketahui, berdasarkan data aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (E-PPGBM).

“Pada tahun 2018 angka stunting balita di Kota Sabang mencapai 540 dari 2.037 balita atau sebesar 26.5%, dengan kata lain, 1 dari 4 balita di kota Sabang mengalami stunting. Jumlah ini melampaui batasan yang ditetapkan badan kesehatan dunia (WHO) sebesar 20%,” katanya menyebutkan.

Ia menilai pentingnya dukungan dan komitmen dari SKPK, pemerintah gampong, masyarakat dan pihak terkait lainnya untuk dapat konsisten menekan angka kejadian malnutrisi dan stunting pada anak di kota Sabang.

Wali Kota juga mengimbau agar koordinasi lintas sektor dapat ditingkatkan. Selain itu, perlu juga dilakukan evaluasi bersama atas pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dilakukan guna perbaikan dimasa mendatang.

Perwakilan UNICEF Aceh, Julia Hoeffmann memberikan apresiasi terhadap terobosan program yang digawangi oleh Pemerintah Kota Sabang, dan berharap dapat segera diduplikasi oleh kabupaten/kota lainnya di Aceh.

“Hari ini pemerintah Sabang resmi meluncurkan program pemberian bantuan dana pemenuhan kebutuhan esensial anak 0-6 tahun yang diberi nama GEUNASEH Sabang,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan bahwa, hal tersebut merupakan langkah maju Pemerintah Kota Sabang menuju “Welfare City” dan menjadi daerah pertama di tanah air yang akan memiliki program Jaminan Sosial Masyarakat tanpa syarat untuk seluruh anak dari 0 sampai dengan 17 tahun.

“Sekaligus melengkapi beasiswa pendidikan Kota Sabang. Diharapkan inovasi ini dapat menjadi acuan dan contoh oleh kabupaten/kota lainnya di Aceh dan di Indonesia secara umum, sehingga kasus stunting dapat menurun secara signifikan,” tuturnya. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed