oleh

Pererat Silaturahmi, BPSDM Aceh Buka Puasa Bersama

Banda Aceh-Keluarga besar jajaran Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh menggelar buka puasa bersama. Hal ini dalam rangka menjaga serta mempererat tali silaturahmi antar pimpinan dan staf lingkungan lembaga tersebut.

“Buka puasa ini merupakan wujud kebersamaan jajaran BPSDM Aceh, dan bulan Ramadhan ini tentunya adalah momentum untuk mempererat tali silaturahmi,” ujar Kepala BPSDM Aceh, Dr. Mahyuzar di Aula BPSDM Aceh, Lampineung, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Selasa, 28 Mei 2019.

Hadir dalam kegiatan itu, tokoh dan guru besar kampus. Diantaranya, Prof. Abdi Wahab, Prof. Alyasa, Prof. Husni Djalil, Prof. Syarizal Abbas. Hadir pula, sejumlah pejabat Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) dan undangan serta menghadirkan Ustad Saffaini, MA sebagai penceramah.

Dalam tausiyahnya, Ustad Saffaini, MA menyampaikan. Bulan Ramadhan merupakan bulan seribu bulan dan mempunyai syafaat lebih dari bulan-bulan lain.

Bahkan, Allah, SWT berjanji akan memberikan pahala 70 kali lipat, kepada mereka yang melaksanakan amal baik di Bulan Ramadhan.

“Makanya, ketika Bulan Ramadhan ini datang, kesempatan kita menambahkan amalan. Jangan lalai dengan kewajiban kita, apalagi menyibukkan diri dengan urusan duniawi, maka, masuklah kita pada kelompok kaum yang rugi,” harap Ustad Saffaini sesaat sebelum berbuka bersama.

Menurutnya, ada beberapa amalan yang ditekankan untuk dikerjakan pada bulan Ramadhan, apalagi memasuki sepuluh akhir.

“Pertama, kaum muslimin diharapkan memperbanyak membaca istighfar dan berharap Allah SWT semakin cinta pada kita. Apalagi, orang-orang yang banyak berbuat dosa,” ujarnya.

Selanjutnya, diharapkan memperbanyak zikir, dan memperbanyak doa agar ditempatkan dalam surga jannatunnain. Karena, sehebat apapun seseorang yang hidup dalam dunia ini pada akhirnya akan meninggalkan dunia ini untuk kembali ke alam kubur.

“Kemudian, kita juga harus memperbanyak sedekah. Jangan sampai banyak mengupat, bermain judi, khamar dan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT,” harapnya.

Ustad Saffaini juga menyampaikan bahwa puasa ini juga sebagai sarana dalam menekankan hawa nafsu. Maka, puasa ini paling pas untuk melatih menahan hawa nafsu.

Selain itu, puasa juga sebagai media dalam latihan olahraga. Didukung pula dengan asupan makanan yang masuk ke tubuh sudah terseleksi dengan baik.

“Ketika kita berpuasa akan menurunkan berat badan. Maka, hilanglah makanan haram yang ada dalam tubuh kita. Diharapkan, setelah berpuasa maka kita semua akan bersih dari segala dosa seperti anak baru lahir,” ungkap Ustad Saffaini sambil membaca doa untuk mengakhiri tausiahnya.

Acara selanjutnya berbuka puasa bersama dan menyantap takzil dan shalat magrib secara berjamaah dilanjutkan dengan makan bersama sebagai penutupan acara tersebut.

Selaku tuan rumah, Dr. Mahyuzar juga tampak menyalami satu persatu undangan yang meninggalkan aula tersebut. []

(Editor | M. Zairin)

Komentar

News Feed