oleh

Pesantren Jurnalistik, Cara Jurnalis Muda Ngabuburit di Banda Aceh

Banda Aceh-Mengisi hari-hari puasa pada Ramadan 1440 Hijriah ini, sejumlah jurnalis muda yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh menyelenggarakan ‘Pesantren Jurnalistik’.

Kegiatan ini digelar sebagai satu cara mereka menunggu tibanya waktu berbuka puasa sambil memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Pesantren Jurnalistik tersebut dilakukan dengan cara roadshow ke komunitas-komunitas di Kota Banda Aceh dan juga di Kabupaten Aceh Besar.
Mereka mendatangi komunitas untuk berbagi ilmu jurnalistik seputar teknik menulis berita, fotografi dan videografi.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh, Misdarul Ihsan, menyebutkan hingga saat ini tercatat sudah puluhan komunitas yang mendaftar Pesantren Jurnalistik.

Bekerja sama dengan sekolah jurnalistik Muharram Journalism College (MJC), jurnalis muda tersebut akan mendatangi komunitas yang tersebar di Banda Aceh dan Aceh Besar selama 12-23 Mei 2019 usai salat Asar hingga jelang berbuka puasa.

Seperti yang telah dilakukan di sekretariat Ikatan Siswa Kader Dakwah (Iskada) Aceh bertempat di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Dua jurnalis muda anggota AJI Banda Aceh, Aprizal dan Nova Misdayanti datang ke sekretariat Iskada Aceh untuk berbagi seputar ilmu jurnalistik.

Aprizal dan Nova memberikan materi jurnalistik kepada mahasiswa di Banda Aceh.  (FOTO | KUMPARAN.COM)

“Antusiasme masyarakat cukup besar untuk ikut kegiatan ini. Kami nanti akan mengunjungi komunitas-komunitas yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar. Kami bakal berbagi ilmu dan pengalaman seputar dunia jurnalistik,” ujarnya kepada jurnalis di Banda Aceh, Senin (13/5).

Ia menyebutkan, sebenarnya banyak juga yang mendaftar secara personal, namun Pesantren Jurnalistik ini lebih mengutamakan komunitas. Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi saat ini serta menjamurnya media mainstream, ilmu jurnalistik sangat dibutuhkan masyarakat, terutama kawula muda.

Lewat Pesantren Jurnalistik ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat agar memahami dan membedakan antara informasi yang benar dan hoaks.

“Kami akan berbagi dasar-dasar ilmu jurnalistik kepada komunitas-komunitas. Kendati demikian, kami juga menekankan agar menyebar informasi yang akurat. Selain itu, kami juga mengajarkan teknik pengambilan foto dan video yang baik,” tutur Ihsan. []

Pesantren Jurnalistik. (FOTO | Dok. AJI Banda Aceh Via KUMPARAN.COM)

(Sumber | KUMPARAN.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed