oleh

Prabowo: Semakin Banyak Rakyat Miskin Frustrasi

Jakarta-Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengaku prihatin dengan kondisi kemiskinan yang terjadi di tengah masyarakat. Menurutnya, kemiskinan akut bisa menimbulkan frustasi di masyarakat.

“Menurut saya bukan meningkatnya radikalisme, tapi saya pikir ada rasa frustasi di kalangan masyarakat. Perasaan bahwa hidup kita tertinggal, dan banyak orang asing dan kita melihat pertumbuhan ekonomi 5%, tapi hasil pertumbuhan itu tidak dirasakan mayoritas rakyat,” kata Prabowo Subianto saat menjadi pembicara utama di The World 2019 Gala Diner yang diselenggarakan The Economist di Singapura, Selasa 27 November 2018 malam.

Rasa frustasi itu, lanjut Prabowo, kemudian dibumbui dengan kesenjangan ekonomi. Mayoritas masyarakat miskin disuguhi kemewahan yang dipertontokan oleh segelintir orang kaya.

“Jadi mereka melihat banyak mobil mahal lewat, mereka merasa iri dengki, dan mereka tonton sinetron di TV tentang orang Indonesia kaya yang tinggal di rumah mewah, sedangkan mereka tinggal di gubuk,” terang Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra ini menjelaskan, kesenjangan ekonomi tak hanya terjadi antara desa dan kota. Di Jakarta, ibu kota pemerintahan RI, kesenjangan itu juga tampak nyata.

“Di Jakarta, hanya satu jam dari Istana Presiden, di Jakarta Utara, kita tidak ada air bersih. Menurut saya ini sangat mengkhawatirkan,” kata Prabowo.

Fakta demikian, menurut Prabowo sangat menghawatirkan. Kini, Indonesia tengah berlomba dengan waktu. Mewujudkan pemerataan kesejahteraan, atau rakyat menjadi semakin frustasi.

“Maka saya menganggap kita sedang berlomba, berlomba dengan waktu, bagaimana kita bisa menyediakan pelayanan mendasar kepada jumlah terbanyak rakyat Indonesia,” ucap Prabowo.[]

(Sumber | CNBCINDONESIA.COM)

Komentar

News Feed