oleh

Protes Hasil Survei, Aminullah: Banda Aceh Kota Paling Toleran di Dunia

Banda Aceh-Hasil survei salah satu lembaga yang menempatkan Banda Aceh berada di tempat kedua kota Intoleran di Indonesia, membuat reaksi Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman. Tak ayal ia mengaku jika ada yang bertanya soal toleransi di daerah itu, dengan bangga ia akan menjawab bahwa Banda Aceh adalah kota yang paling toleran di dunia.

Dalam keterangan Pers, Selasa, 11 Desember 2018, Walikota Banda Aceh mengaku sudah melayangkan protes atas hasil survei tersebut yang dinilainya sangat merugikan daerah itu.

“Saya meminta mereka untuk membuka kepada publik dasar dan metode apa yang digunakan dalam surveinya, sehingga hasilnya begitu. Hasil survei itu sangat bertolak belakang dengan kondisi riil di Banda Aceh,” protesnya Aminullah.

Dikatakan dia, dilihat dari namanya saja, ACEH itu merupakan singkatan dari Arab, Cina, Eropa, dan H (india). “Ini menunjukkan Aceh terdiri dari beragam suku, ras, dan agama. Dan sejak ratusan tahun yang lalu dari nenek moyang kami, kami sudah hidup rukun,” katanya.

Menurutnya, jika tidak toleran, tentu suku atau umat agama lain tidak betah dan bisa hidup dengan nyaman di Aceh khususnya Banda Aceh.

Untuk menjaga kerukunan antar umat beragama, pihaknya, secara rutin mengadakan rapat dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang di dalamnya terdiri dari tokoh lintas agama.

mes-banda-aceh
Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, pada pertemuan dengan Ketua MES Banda Aceh T Angkasah Djuned beserta jajaran pengurus MES Banda Aceh di balai kota, Jum’at, 22 September 2017.

“Silahkan dikorfimasi langsung kepada tokoh-tokoh agama dan umat selain muslim bagaimana kondisi kehidupan umat beragama di Banda Aceh,” tuturnya.

Banda Aceh, katanya lagi sangat toleran. Alasannya, Masjid dan gereja berdiri berdampingan, begitu juga dengan keberadaan kuil dan vihara di tengah-tengah masyarakat biasa saja di Banda Aceh.

“Umat agama kristen, budha, dan hindu, bebas beribadah tanpa ada gangguan sedikit pun. Ruang bagi aktivitas keagamaan dan kebudayaan mereka juga kita buka seluas-luasnya,” ungkap Aminullah.

Jika pun ada gesekan, sambung Aminullah, ia memastikan hal tersebut murni karena persoalan pribadi, bukan atas dasar agama. “Tak pernah ada konflik agama di Banda Aceh. Saya selaku wali kota berada di garda terdepan dalam menjamin kerukunan antar umat beragama,” saambung Aminullah.

Ia menilai, selama ini kerukunan umat beragama menjadi modal penting bagi pihaknya dalam rangka menguatkan berbagai sektor pembangunan mulai dari wisata, infrastruktur, dan juga mendatangkan para investor, di samping kondisi keamanan yang sangat kondusif.

“Hasil survei itu juga bertolak belakang dengan beragam penghargaan yang didapatkan Banda Aceh. “Oleh Kementerian Pariwisata, Banda Aceh dinobatkan sebagai destinasi wisata halal terpopuler di Indonesia. Survei integritas oleh KPK, kita peringkat pertama nasional,” tegasnya.

Aminullah menyebutkan, Banda Aceh meraih 10 kali secara berturut-turut WTP. Itupun juga baru Banda Aceh yang bisa meraihnya. Dalam pelayanan publik, Banda Aceh juga dinilai terbaik oleh pemerintah pusat dengan terpilihnya Banda Aceh sebagai kepala daerah pembina pelayanan publik terbaik di Indonesia. “Jadi kami heran kenapa hasil survei itu bisa demikian,” katanya lagi.

Ia juga menegaskan, kerukunan antar umat beragama di Banda Aceh juga sudah diakui secara nasional bahkan dunia. “Bukan sedikit kabupaten/kota di Indonesia yang datang untuk mempelajari bagaimana umat beragama bisa hidup rukun di Banda Aceh. Dari luar negeri juga banyak yang belajar kerukunan umat beragama di kota kami,” tegasnya lagi.

Hal tersebut, tambahnya membuktikan jika penerapan syariat Islam di Banda Aceh memperkuat kerukunan umat beragama. “Bukan malah melemahkan kami. Dan jika ada yang bertanya, saya akan menjawab dengan bangga bahwa Banda Aceh adalah kota yang paling toleran di dunia,” demikian Aminullah Usman. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed