oleh

Ruang Kerja Badruzzaman Disegel!

Banda Aceh-Lama tak muncul kepermukaan, kabar tak sedap menimpa Badruzzaman Ismail, M. Hum, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) periode 2018- 2022 yang terpilih secara sah dalam Musyawarah Besar (Mubes) akhir 2018 lalu.

Informasi yang diterima media ini, ruang kerja Badruzzaman telah disegel di Kantor Kesetariat MAA, Komplek Perkantoran Pemerintah Aceh, Lingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Penyegelan itu dilakukan sekira pukul 12.00 WIB, Jumat (21/6/2019).

Kepala Sekretariat MAA, Usman, S.Sos., MSi belum mengetahui perihal penyegelan tersebut. Dia berjanji akan segera melakukan kroscek pada anggota terkait dengan permasalahan itu.

“Saya dalam perjalanan pulang dari daerah. Nanti, akan saya tanyakan dulu terkait kebenaran kabar itu,” kata Usman, menjawab pertanyaan media ini, Sabtu (22/6/2019) pagi.

Usman menegaskan. Sebenarnya, Badruzzaman tidak berhak menggunakan fasilitas Pemerintah Aceh. Karena, status Badruzzaman dan kolega bukan lagi sebagai pejabat Pemerintah Aceh sejak berakhirnya masa kepengurusan Desember 2018 lalu.

“Itu aset pemerintah bukan aset lembaga. Kondisi hari ini, pengurus MAA memang demisioner sejak Januari 2019. Hasil rapat plt beberapa kali, fasilitas negara yang dipakai oleh Badruzzaman harus ditarik, karena beliau bukan pejabat negara yang sah karena tidak dilantik dan dikukuhkan,” ungkap Usman.

Menurutnya, Kesetariat MAA telah memberi waktu pada Badruzzaman guna mengembalikan semua fasilitas tersebut, dengan harapan punya kesadaran sendiri. Namun, setelah enam bulan tidak itikat baik dari Badruzzaman dan kolega.

“Saya sebagai pejabat SKPA harus tunduk dan patuh pada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Dan, melayani pejabat yang dilantik secara sah oleh Plt Gubernur Aceh. Masalah, Badruzzaman merasa masih menjabat sebagai Kepala MAA, kita tunggu saja proses hukum yang sudah berjalan di PTUN. Tapi, sekarang, kembalikan dulu fasilitas negara karena ini menyalahi aturan,” harap Usman.

Sekedar mengulang, Mubes MAA 2018 lalu memilih kembali Badruzzaman sebagai Ketua MAA periode 2018- 2022. Namun, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menolak melakukan pengukuhan karena menilai pemilihan tersebut tidak sah dan melanggar Qanun Aceh Tentang MAA.

Selanjutnya, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengangkat Saidan Nafi sebagai Plt MAA. Tak terima dengan keputusan Nova Iriansyah, Badruzzaman tetap melakukan aktivitas kantor dan menguasai mobil dinas. Selain itu, Badruzzaman berserta pengurus terpilih juga telah mendapatkan gugatan pada PTUN Banda Aceh.

Hingga berita ini diturunkan, media ini belum berhasil melakukan konfirmasi kepada Badruzzaman Ismail, M. Hum, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) periode 2018- 2022 yang terpilih secara sah dalam Musyawarah Besar (Mubes) akhir 2018 lalu, terkait penyegelan ruangan tersebut.  []

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed