oleh

Senator Usulkan Pengedar Narkoba Ditembak Mati

Banda Aceh-Komite III DPD RI, Rafli, Dedi Batubara, Herry Erfian, KH Syibli Sahabudin, Oni Suwarman, Insiawati Ayus, dan Muhammad Saleh, melakukan kunjungan kerja ke provinsi Aceh, Selasa, 18 Juni 2019.

Kunjungan Kerja (Kunker) senator ke Aceh dalam rangka penyusunan Rancangan Undang-Undang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Kedatangan Anggota DPD RI, guna mendengar pendapat sejumlah pihak terkait dan penggiat anti Narkoba di Provinsi Aceh.

Para senator itu rencananya akan berada di Aceh hingga sore hari ini. Kunjungan mereka diterima Plt Sekda Aceh, Ir Helvizar Ibrahim MSi, mewakili Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Kepala RJS, dan Kepala BNN Kabupaten dan Kota.

Rafli mengatakan, pihaknya hadir di Aceh mendata kembali masukan-masukan untuk menguatkan regulasi yang terintegrasi dan permanen dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba. Persoalan ganja di Aceh memprihatinkan. Itu sebabnya, ia turut mengusulkan agar ganja menjadi pilot project kebutuhan medis.

“Ganja, bila tidak disalahgunakan, sangat berguna di dunia medis, saya rasa ini bisa jadi pilot project di Aceh untuk dipergunakan khusus oleh medis dan menjadi pusat kajian ilmiah seperti yang sudah dilakukan oleh beberapa negara maju,” ujar Rafli.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam RUU perubahan ini dia mengusulkan tembak mati para pengedar Narkoba ataupun oknumnya. Dalam setiap kesempatan ia selalu menyinggung dan menyuarakan anti penyalahgunaan Narkoba. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *