oleh

Tampilan Baru Kabau Sirah Mudo

Padang-Semen Padang FC U-16 yang berlaga di gelaran elite Pro Academy 2019 kini tampil dengan semangat dan daya juang baru. Hal tersebut tidak lepas dari ditunjuknya Zuchli Imran Putra sebagai pelatih baru Tim Kabau Sirah Mudo.

Daya magis Imran akan diuji lewat laga lawan PSIS Semarang U16 di Lapangan Komplek PT Semen Padang, Sabtu dan Minggu (15-16/6/2019). Kabau Sirah mudo bertekad untuk mengamankan poin di depan para pendukungnya.

Laga tersebut akan di gelar pada Sabtu (15/6/2019) jam 14.00 WIB dan Minggu (16/6/2019) jam 09.00 WIB di tempat yang sama serta tim lawan yang sama.

Imran mengatakan, bahwa para pemainnya siap untuk memberikan kemenangan perdana pada series keempat ini. “Persiapan menghadapi PSIS Semarang, anak-anak dalam kondisi baik, siap untuk bermain dan meraih kemenangan,” ujar Imran.

Kehadiran Imran bagai suntikan vitamin kepada para pemain dan tim pelatih. Pasalnya, Imran dikenal sebagai sosok yang bertangan dingin lantaran memiliki kemampuan meracik pemain dan strategi yang mumpuni.

Bahkan melalui Imran Soccer Academy (ISA), dia mampu menorehkan prestasi yang sangat membanggakan.

Akademi yang komit dalam pembinaan sepakbola usia dini dan usia muda yang didirikannya baru baru ini berhasil mengorbitkan sebanyak lima pemain binaannya ke Timnas U16.

Kelima pemain tersebut adalah Kadek Arel (Bali United/ISA), Resa Aditya (PS Tira Persikabo/ISA), Saptian Dwi (PS Tira persikabo/ISA), Micko Dharma (Semen Padang/ISA) dan Mohammad Hafizh (Semen Padang/ISA).

Para pemain tersebut dipersiapkan berlaga pada Piala AFF U-15 2019 yang akan bergulir 27 Juli hingga 9 Agustus di Thailand dan di Kualifikasi Piala AFC U-16 2020 pada September mendatang.

Imran juga dikenal karena memiliki komitmen dan kesungguhannya. Sosok multi-talen yang pernah menjadi anggota Komisi Disiplin PSSI (era Ketua Umum Djohar Arifin Husin) berhasil menyulap ISA menjadi akademi sepak bola usia muda yang disegani di pentas sepakbola nasional dan internasional.

Sebagai pendiri, pemilik sekaligus pelatih, Imran yang sehari-hari berprofesi sebagai pengacara memiliki konsep pembinaan yang mumpuni.

Imran yang pernah dinobatkan sebagai Coach of The Month Liga TopSkor U13 edisi Desember 2017 tak hanya fokus menggembleng kemampuan fisik dan teknik para pemain binaannya. Namun, dia juga menaruh perhatian besar kepada pembentukan karakter dan kepibadian anak-anak binaannya.

Secara rutin, selepas menjalani latihan teknik dan fisik di Lapangan Trisakti Ciangsana, Bogor, Imran juga mengajak anak-anak binaannya untuk sholat dan mengaji di mess pemain di Perumahan Kota Wisata Cibubur.

Bahkan, pada bulan suci Ramadhan lalu, Imran mengadakan kegiatan pesantren kilat bagi anak-anak ISA. Kegiatan ini disambut baik, pesertanya tidak hanya anak-anak ISA dari sekitar Jabodetabek. Tetapi datang dari seluruh Indonesia. Ia juga pernah menjadi manajer timnas U-12 dan U-14 pada 2012 silam.

Imran yang kini telah mengantongi sertifikat C AFC mengaku terdorong untuk terjun menjadi pelatih karena ingin memaksimalkan bakat anak-anak Indonesia agar kelak bisa menjadi pemain hebat.

“Saya tertarik jadi pelatih karena mendengar pelatih asal Jepang yang bilang Indonesia memiliki talenta yang bagus namun tidak ada yang menjadi pemain hebat. Saya ingin membuktikan saya bisa membuat itu (pemain hebat) sepuluh tahun mendatang,” ujar pelatih yang dinobatkan sebagai pelatih terbaik Liga Top Skor U-15 musim 2018/2019 ini

Kesungguhan dan kerja kerasnya dalam membangun tim ISA telah membuahkan sederet prestasi mentereng di pentas sepakbola nasional dan internasional, antara lain, juara di Singapura, Australia, dan Korea Selatan. []

(Sumber | KOMPAS.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed