oleh

Ternyata 57 Persen Dayah tak Ajarkan Ulumul Qur’an

BANDA ACEH-Hasil monitoring dan evaluasi Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD) Aceh melansir fakta ironis bahwa sebanyak 57,2% pemilik dayah di Aceh tidak menerapkan mata pelajaran Ulumul Qur’an di dayahnya.

Sementara 28,2% responden lainnya menjawab telah menerapkan mata pelajaran Ulumul Qur’an di kelas tertentu. Begitu juga mata pelajaran Ulumul Hadis, 29,7% responden menjawab tidak menerapkan pembelajaran tersebut.

Sementara 67,3% responden lainnya menjawab menerapkan pembelajaran tersebut hanya di kelas tertentu. Sedangkan mata pelajaran Hifzul Qur’an, hanya 18,1% responden yang menjawab penerapan mata pelaharan ini ada di semua kelas.

Sementara 38,4% responden menjawab hanya ada dikelas tertentu, dan 34,7% responden menjawab tidak ada.
Demikian di antara hasil monitoring dan evaluasi implementrasi kurikulum dan silabus dayah terhadap 138 dayah di Aceh, berdasarkan Pergub Aceh Nomor 47 Tahun 2010 tentang pendidikan Dayah di Aceh di aula Kantor Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Rabu, (18/11/2015).

Kepala Badan Dayah Aceh Dr Bustami Usman mengatakan, monitoring dan evaluasi itu dalam upaya implementasi kurikulum dayah sesuai Pergub 47 tahun 2010 untuk semua dayah di Aceh– dalam rangka menggenjot kualitas alumnus dayah.

“Hasil evaluasi ini akan menjadi bahan pertimbangan badan dayah dalam penyusunan program selanjutnya,” ujar Bustami.

Kepala Seksi Kurikulum Dayah di Badan Dayah, Badaruddin SPd MSi mengatakan, dalam monitoring dan evaluasi ini, ditemukan hasil bahwa 71,7 % responden menjawab kurikulum dayah yang tercantum dalam Pergub telah sesuai dengan kebutuhan dayah.

Selain itu, 92,7% responden menyatakan kurikulum yang diterapkan di dayahnya merujuk ke Pergub tahun 2010.
Sementara implementasi penggunaan silabus dalam pengajaran di dayah, 50% responden menyatakan draf silabus yang disusun badan dayah adalah penting, dan 37,6% responden menjawab sangat penting dan sisanya menjawab tidak penting.

Alasan bagi yang menggunakan silabus dalam proses pembelajaran di dayah kata Badaruddin adalah karena silabus tersebut sangat membantu para guru dayah dalam mengajari para santri.

SUMBER | TRIBUNNEWS.COM

Komentar

News Feed