oleh

Tim Penertiban Temukan Warnet Belum Blokir Situs Pornografi

IMG_5377
Dalam razia tersebut pihak Dishubkominfo juga membawa tim teknis jaringan untuk mengecek situs-situs pornografi/Ist

Banda Aceh–Tim penertiban Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) setempat, masih menemukan sejumlah warung internet (warnet) yang tersebar di pusat ibukota provinsi Aceh belum memblokir situs pornografi.
Dalam penertiban yang melibatkan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) dan KPTSP, Kamis, 27 Agustus 2015, dikawasan Kota Banda Aceh, tim juga menemukan izin usaha warnet tersebut sudah tidak berlaku lagi.

“Ini merupakan tugas rutin yang kita gelar setiap hari kamis, dalam penertiban tersebut kita juga memeriksa kelengkapan izin serta memeriksa situs-situs porno, sampai dengan saat ini kami masih menemukan beberapa warnet yang belum memblokir situs-situs pornografi,” kata Kepala Seksi Pos dan Telekomunikasi Dishubkominfo Kota Banda Aceh, Muhammad Ali, ST.

Dalam penertiban warnet tersebut, Dishubkominfo beserta tim menyusuri kawasan Lueng Bata dan Bathoh, tim gabungan yang dikoordinir Muhammad Ali menertibkan sebanyak 5 warnet.

Muhammad Ali menyebutkan, pihaknya akan kembali menertibkan warnet yang tidak sesuai dengan peraturan walikota. “Kita akan tertibkan dan memberikan teguran kepada pengelola warnet yang tidak sesuai dengan peraturan yang telah ada,” tegas Ali.

Dalam razia tersebut pihak Dishubkominfo juga membawa tim teknis jaringan untuk mengecek situs-situs pornografi.

Dalam penertiban tersebut, Dishubkominfo Kota Banda Aceh juga memeriksa kelengkapan surat izin usaha warnet dan standarisasi yang telah ditetapkan pemerintah setempat.

Sesuai dengan Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 64 Tahun 2010 tentang pengawasan dan petunjuk operasional kegiatan usaha jasa layanan internet pada Bab V Pasal 7 tentang sanksi berbunyi, terhadap pengelola/ pengusaha jasa layanan warnet yang melanggar terhadap Peraturan Walikota ini akan dikenakan sanksi administrasi.

Muhammad Ali menegaskan apabila setelah dilakukan pembinaan secara lisan namun masih belum ada tindak lanjut dari pengelola warnet, maka akan diberikan pembinaan secara tertulis.

Dari hasil operasi tersebut masih didapatkan pengelola warnet yang biliknya belum sesuai dengan standar, setiap warnet yang didatangi diberikan arahan sesuai Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 64 Tahun 2010 tentang pengawasan dan petunjuk operasional kegiatan usaha jasa layanan internet.

Reporter | Rizal

Komentar

News Feed