oleh

Tips jadi Guru yang Keren, Ingat 4 K

Jakarta-25 November lalu, masyarakat Indonesia memperingati Hari Guru Nasional. Berbagai masalah tentang guru masih menjadi perbincangan pada hari itu. Keluh kesah para guru pun biasanya sering terlontar pada peringatan tahunan itu.

Aktivis Pendidikan sekaligus pencetus jaringan Semua Murid Semua Guru, Najelaa Shihab mengatakan ada 4 kunci untuk menjadi guru yang keren. “Saya selalu mengajarkan guru itu harus memiliki 4 K,” katanya pada acara Kolaborasi Pendidikan antara Hijup dan Semua Murid Semua Guru dalam gerakan #KirimBudi di Jakarta 30 November 2018.

1. Kemerdekaan
Setiap guru harus memiliki kemerdekaan. Kemerdekaan dalam hal ini artinya guru harus percaya bahwa dia bisa merdeka mengajar kepada muridnya tentang apapun. Guru pun bisa merdeka dan mandiri dalam menentukan cara ajar kepada murid-muridnya. “Tidak usah tunggu kurikulum berubah, atau hal lain untuk menentukan cara ajar. Toh bila kurikulum berubah, belum tentu praktik cara ajarnya berubah kok,” kata Najella.

2.Kompetensi
Guru itu harus punya kompetensi. Najelaa mengatakan guru itu harus terus menerus belajar. Guru pun harus terus memahami karakteristik anaknya bagaimana, memiliki kompetensi dalam hal materi yang dia ajarkan. Guru juga diminta untuk memahami dirinya sendiri dan dunia keguruan yang berada di lingkungannya.

Dengan memahami kondisi itu, Najelaa mengatakan cara ajar guru itu bisa berubah dan menyesuaikan berbagai kondisi. “Misalnya, guru ini ahli dan menguasai materinya pada 10 tahun lalu. Belum tentu artinya dia memiliki kompetensi yang sama seperti saat ini. Karakter murid dan lingkungannya kan berubah semua,” kata Najelaa.

3. Kolaborasi
Najelaa menyarankan agar para guru pandai melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak seperti dengan orang tua murid, dengan sekolah serta rekan kerjanya. Dalam mendidik anak, tidak mungkin guru ini bisa bekerja sendiri. Ia perlu bekerja sama untuk mengembangkan karakter dan kompetensi anak dengan berbagai pihak melalui kolaborasi.

4. Karier
Dengan memikirkan karier, Najelaa berharap para guru bisa mengembangkan diri. “Guru itu harus ingat, dia contoh bagi anak-anaknya,” katanya.

Menurut Najelaa, orang yang berprofesi guru itu bisa mengembangkan dirinya dengan membuat materi sumber ajar khusus untuk anak muridnya. Guru juga bisa lebih kreatif dengan menuliskan buah pikirnya. Seorang pendidik pun bisa mengajarkan guru lain tentang berbagai hal yang dia ketahui. “Dengan begitu, guru bisa mengeksplorasi minat dan bakat guru sehingga bisa menjadi guru yang unik dan teladan bagi murid-muridnya,” katanya.

Salah satu masalah yang dialami guru di Indonesia adalah kurang meratanya keberadaan para guru. Ada beberapa daerah yang masih sangat kekurangan guru, ada pula daerah yang jumlah gurunya sudah terlalu banyak.

Masalah lainnya adalah guru di daerah juga terhambat dengan berbagai akses materi ajar yang terbatas. Untuk menanganinya, jaringan Semua Murid Semua Guru melakukan kolaborasi dengan Hijup untuk mengirimkan flashdisk berisi video ajar ke berbagai pelosok negeri. “Dengan membeli #SemuaMuridSemuaGuru Scarf dari Hijup.com sama dengan menyumbangkan satu buah flashdisk Budi ke sekolah dasar di pelosok Indonesia,” kata Hanna Farid, Chief of Merchandiser and Buyer Officer Hijup.[]

(Sumber | TEMPO.CO)

Komentar

News Feed